Koran Jakarta | April 21 2019
No Comments
HUT PDIP - Politisi Tidak Boleh Bermusuhan meski Berbeda Pandangan

Megawati Usulkan Jokowi Dirikan Badan Riset Nasional

Megawati Usulkan Jokowi Dirikan Badan Riset Nasional

Foto : ANTARA/PUSPA PERWITASARI
HADIRI HUT PDIP - Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua dari kiri), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri), mantan Wakil Presiden Hamzah Haz (kanan), dan Calon Wakil Presiden Maruf Amin (kedua dari kanan) menghadiri Hari Ulang Tahun ke-46 PDI Perjuangan di Jakarta, Kamis (10/1). HUT PDIP itu mengangkat tema Persatuan Indonesia Bumikan Pancasila.
A   A   A   Pengaturan Font
Megawati mengatakan tak ada satu pun negara menjadi maju tanpa mengedepankan riset dan teknologi.

 

JAKARTA - Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengusulkan agar Presiden Joko Widodo mendirikan badan riset nasional. Hasil kerja badan riset na­sional harus menjadi landasan pengambilan keputusan untuk pembangunan.

“Kepada Presiden, saya memohon jelas dibutuhkan satu badan riset nasional yang hasil kerjanya harus menjadi landasan pengambilan kepu­tusan untuk pembangunan,” kata Megawatii kepada Jokowi di acara peringatan HUT ke-46 PDI-P, di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Ka­mis (10/1).

Megawati mengatakan tak ada satu pun negara menjadi maju tanpa mengedepankan riset dan teknologi. PDI-P ber­sama Jokowi akan terus mem­perjuangkan terbentuknya badan riset nasional tersebut. Megawati berharap pembentu­kan badan riset tersebut akan menjadi prioritas jika Jokowi terpilih lagi di Pilpres 2019.

“Tentu saja akan menemukan jalannya kalau PDI-P menang kembali dan Pak Jokowi terpilih kembali sebagai Presiden RI pada pemilu 17 April. Kalian siap?” ujar Megawati.

“Dan sebagai ketua umum partai saya tegaskan PDI-P harus kembali menang dengan tetap gunakan cara-cara konstitusional. Apakah kalian siap?” lanjut dia.

Dalam pidatonya, Megawati juga mengungkapkan kedeka­tannya dengan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno meski­pun Try merupakan wakil dari Presiden Soeharto yang berse­berangan sikap politik dengan­nya. Dia tak pernah berkonflik dengan Try.

Ia meminta kepada semua politisi mencontoh kedeka­tannya dengan Try. Meski­pun berbeda pandangan, para politisi tak harus bermusuhan. Megawati menambahkan ke­dekatannya dengan Try di­tunjukkan bagi persatuan an­targolongan di Indonesia. Ia pun meminta para pihak yang berbeda pandangan di Pilpres 2019 tetap bersahabat seperti dirinya dan Try.

Megawati juga mengirimkan pesan khusus kepada Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus capres nomor urut 02 Prabowo Subianto agar Pilpres 2019 berlangsung damai. Mega­wati juga menceritakan kedeka­tannya dengan Prabowo.

“Saya berteman baik dengan Pak Prabowo. Aneh kan, ya. Ketika yang namanya anak buahnya selalu menampilkan yang menyudutkan kita,” ujar Megawati.

“Padahal, orang terdekat Pak Prabowo (pernah) mem­bisiki saya, ‘Pak Prabowo kan­gen lho Bu sama nasi gore­ng Ibu’. Kan lebih enak ini, mudah-mudahan terdengar beliau (Prabowo) dan anak buahnya,” lanjut Megawati.

Aset Terbesar

Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta seluruh kader PDI Perjuangan terus menjaga keutuhan bangsa Indonesia. “Selalu saya sampaikan di ma­na-mana, aset terbesar bangsa kita adalah persatuan, aset ter­besar bangsa kita adalah per­saudaraan, aset terbesar bangsa kita adalah persatuan Indone­sia,” ujar Presiden.

“Oleh sebab itu, kita tidak boleh berhenti bergerak. Kita harus bergotong royong mem­perkuat persatuan kita, gotong royong membumikan Pancasila, gotong royong menjadi­kan Indonesia adil makmur dan sejahtera,” lanjut dia.

Presiden juga mengajak se­luruh kader partai berlambang banteng moncong putih terse­but untuk mewujudkan Indo­nesia yang mandiri, berdiri di atas kaki sendiri.

“Kita harus sama-sama mewujudkan Indonesia yang berkepribadian dan Indonesia yang bermartabat, yang duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan itu, Jokowi tidak lupa memuji Mega­wati sebagai sosok yang ber­keyakinan dan berprinsip kuat. “PDI-P bersyukur memiliki Ibu Megawati Soekarnoputri,” te­gas Kepala Negara.

Pemikiran, ucapan, dan tin­dakan Megawati, lanjut Jokowi, sangat membekas di dalam diri semua kader PDI-P. “Keberani­an, ketulusan, konsistensinya, selalu menjadi teladan bagi kita semuanya seluruh kader PDI-P,” ujar Jokowi.

Keyakinan dan prinsip Mega­wati yang kuat itu juga mengin­spirasi bangsa Indonesia secara kolektif. Pada penghujung pida­tonya, Presiden Jokowi mengucapkan hari jadi ke-46 partai politiknya. fdl/rag/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment