Koran Jakarta | August 16 2017
No Comments
Galeri Nasional

Megawati Kagumi Lukisan Berkarakter Indonesia

Megawati Kagumi Lukisan Berkarakter Indonesia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia ke-5 yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pentingnya bagi generasi muda Indonesia menghidupkan kembali rasa keaslian dan kemurnian karakter asli bangsa yang tergambarkan dari lukisan-lukisan karya pelukis terdahulu.

Hal ini disampaikan Megawati saat menyaksikan pameran lukisan Koleksi Istana Kepresidenan berjudul “Senandung Ibu Pertiwi” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (10/8). Turut mendampingi Megawati, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Dwi Ria Latifa.

Adapun kurator lukisan yang mendampingi Megawati keliling menyaksikan lukisan diantaranya Asikin Hasan. “Dari dulu kita tahu bahwa karya lukisan ini adalah seni dan hasil dari berpikir yang luar biasa. Sejak kecil saya terbiasa dengan seni lukis sehingga bisa menikmati keindahannya,” ujar Mega. Megawati juga menyebut nama pelukis legendaris Basuki Abdullah yang banyak melahirkan karya fenomenal sejak sebelum kemerdekaan hingga kemerdekaan.

Menurut Megawati, banyak lukisan yang dikumpulkan Bung Karno merupakan karya Basuki Abdullah. “Kebetulan kalau saya dengar dari beliau bahwa para pelukis juga ikut berjuang meraih kemerdekaan juga membuat strategi menuju kemerdekaan,” ujar Megawati. Presiden ke-5 RI ini menambahkan banyak juga lukisan yang dikarya sejak sebelum merdeka.

Megawati kemudian menceritakan bahwa sejak kecil sudah tinggal di Istana sehingga sangat mengenal dan akrab dengan lukisan-lukisan yang dipamerkan kali ini. “Kita lihat ada yang terkumpul sejak sebelum merdeka. Terbagi dari tahun ke tahun. Bung Karno suka mengumpulkan pelukis dan berdiskusi. Punya keakraban dengan seniman- seniman,” jelasnya.

Megawati menambahkan apa yang dikaryakan oleh pelukis Basuki Abdullah juga seperti sebuah perjalanan hidup. “Saya memang menghabiskan masa kecil di Istana. Jadi tahu persis. Pelukis-pelukis seperti Basuki Abdullah, saya panggilnya Om Bas itu saya kenal. Dulu saya pernah digambar oleh Om Bas saat masih kecil,” kenang Megawati.

Seperti Identitas

Dalam sebuah karya lukisan masa dulu, lanjut Megawati, apa yang digambarkan pelukis adalah yang sangat lekat dan sesuai dengan karakter asli dari objek lukisan. “Ini seperti identitas. Kalau dulu gambar wanita sesuai dengan sosoknya. Kalau sekarang terlalu dipoles. Aslinya biasa saja tapi gambarnya terlalu cantik,” jelas Megawati.

Megawati juga menyampaikan bahwa lukisan-lukisan tersebut menjadi bahan renungan agar generasi muda harus bisa melihat betapa kaya kebudayaan Indonesia di bidang seni lukis. Dan bangsa Indonesia harus bisa mengapresiasinya. “Sekarang kadang kita lihat dari kolektor masa kini, juga pelukisnya yang hanya karena trend lalu main poles. Padahal sebenarnya dalam seni lukis dalam bahasa Jawa ada namanya “roso” (rasa). Itu sekarang tak ada lagi,” jelasnya. ril/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment