Koran Jakarta | December 15 2018
No Comments
DISKONTO

Mayoritas Irigasi Masih Tadah Hujan

Mayoritas Irigasi Masih Tadah Hujan

Foto : ANTARA/Hafidz Mubarak A
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljon
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Sistem irigasi yang bersumber dari bendungan saat ini belum optimal, mengingat sebagian besar pengairan di Indonesia masih mengandalkan air hujan. Kondisi ini sangat rentan terhadap kontinuitas pasokan air ke sawah sehingga dikhawatirkan berdampak pada ketahanan dan peningkatan produktivitas pangan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyebutkan, saat ini masih terdapat beberapa Daerah Irigasi yang sumber airnya masih dari irigasi tadah hujan. Di Jawa Barat, yang merupakan salah satu sentra produksi nasonal, masih terdapat irigasi tadah hujan seluas 22 ribu hektar.

Lalu untuk RI, dari total luas irigasi permukaan sebesar 7.145.168 Ha, hanya 10,7 persen irigasi yang bersumber dari waduk dan sisanya masih 89,3 persen irigasi dari non waduk/ bendungan. Sebagai upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan bendungan sebagai sumber pengairan irigasi, Kementerian PUPR mengambil langkah modernisasi irigasi melalui pengembangan irigasi premium.

Irigasi premium adalah irigasi yang mendapatkan jaminan suplai air dari bendungan yang saat ini masif dilakukan pembangunannya. “Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” ungkap Basuki dalam acara Sarasehan Irigasi Indonesia di Jakarta, Senin (14/5).

Dalam pembangunan dan perbaikan saluran irigasi kecil melibatkan petani setempat yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) lewat Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3TGAI) dengan skema padat karya tunai. Dalam mengelola irigasi tidak cukup dilihat dari segi teknis, melainkan juga butuh pendekatan budaya kebiasaan para petani dalam bercocok tanam.

“Jadi harus kita pelajari betul di lapangan, pola perilaku para petani kita. Sehingga kita bisa belajar bagaimana cara membagi air untuk keperluan irigasi,”kata Basuki.

 

ers/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment