Koran Jakarta | April 20 2019
No Comments
Aksi Korporasi

Maybank Akan Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun

Maybank Akan Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Bank May­bank Indonesia Tbk berencana menerbitkan obligasi senilai se­kitar 1 triliun rupiah tahun ini. Penerbitan dijadwalkan akan berlangsung pada semester II sambil menanti kepastian kon­disi ekonomi pasca pemilu.

“Penerbitan obligasi pastin­ya ada tahun ini. Kita lihat apa­kah pertumbuhan cukup baik sehingga bisa dongkrak kredit sehingga kebutuhan likuiditas akan menyesuaikan,” kata Pre­siden Direktur Maybank Indo­nesia, Taswin Zakaria, saat kon­ferensi pers kinerja tahun 2018, di Jakarta, Senin (18/2).

Sebelumnya, emiten dengan kode perdagangan BNII ini te­lah menerbitkan obligasi senilai 1 triliun rupiah pada Oktober tahun lalu. Seluruh dana hasil penerbitan itu digunakan oleh perusahaan untuk memberikan penyaluran kredit kepada kon­sumennya.

Direktur Keuangan Maybank Indonesia, Thilagavathy Nada­son, memastikan pihaknya baru akan menerbitkan obligasi bila kredit mengalami pertumbuhan sekitar 8-9 persen di semester I tahun ini. Pada kuartal I 2018 lalu kredit Maybank Indonesia hanya bertumbuh hampir 4 persen.

“Kalau consumer spending tidak bergerak pasti tidak akan ada peningkatan obligasi karena tidak ada peningkatan kredit. Secara garis besar, kalau per­tumbuhan kredit di semester I year-on-year (YoY) bisa men­capai 8-9 persen kita pasti akan kembali ke pasar di semester II,” kata Thila.

Di semester I, pihaknya juga masih akan melihat situasi po­litik. Sehingga, Maybank Indo­nesia cenderung akan wait and see dulu. Penerbitan obligasi diharapkan bisa dilakukan pada September-Oktober.

Kinerja Perseroan

Sementara itu, pada 2018, Maybank Indonesia mencatat­kan laba sebelum pajak tumbuh 20,5 persen

menjadi sebesar 3,03 triliun rupiah. Hal itu didukung per­tumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 5,2 persen dan penurunan biaya pencadangan sebesar 38,6 persen.

Pertumbuhan kredit di 2018 tercatat sebesar 6,3 persen. Non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,59 persen per Desember 2018. Sementara, dana pihak ketiga (DPK) meng­alami penurunan sebesar 3,7 persen menjadi sebesar 116,8 triliun rupiah akibat likuiditas mengetat di sepanjang 2018. ahm/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment