Material Mobil dari Serat Alami Tanaman Palm | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
SAINSTEK

Material Mobil dari Serat Alami Tanaman Palm

Material Mobil dari Serat Alami Tanaman Palm

Foto : ISTIMEWA
Bahan komposit yang dibuat dari limbah pertanian dapat digunakan untuk sejumlah aplikasi yang berkelanjutan, ringan, dan murah dalam industri otomotif dan kelautan.
A   A   A   Pengaturan Font

Bahan material untuk otomotif dan properti kini bisa lebih hijau dan ramah lingkungan. Sebuah tim peneliti, yang dipimpin oleh para ilmuwan di University of Portsmouth, Inggris, telah berhasil mengembangkan bahan bio-komposit (serat alami).

Temuan ini sangat berguna bagi kehidupan. Peneliti mengembangkan Bio komposit yang dapat digunakan dalam bagian non-struktural atau suku cadang, seperti bumper mobil dan pelapis pintu.

Bio komposit ini menggunakan biomassa serat tanaman palm seperti kurma atau sawit (biomassa adalah istilah yang mencakup bahan limbah dari tanaman, limbah makanan dan limbah). Bio komposit ini juga dapat digunakan dalam bagian non-struktural atau suku cadang, seperti bumper mobil dan pelapis pintu.

Tim juga melibatkan peneliti dari Universitas Cambridge, INRA (Institut national de la recherche agronomique, yakni sebuah lembaga penelitian Perancis yang memang didedikasikan untuk riset dibidang ilmu pertanian. Para peneliti juga melibatkan para ilmuan di Universitas Britanny.

Bio-komposit polikaprolakton sawit (PCL) benar-benar biodegradable, terbarukan, berkelanjutan dan dapat didaur ulang. Selain itu, tidak seperti komposit sintetis yang diperkuat oleh kaca dan serat karbon.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Industrial Crops and Products, para peneliti menguji sifat mekanik bio-komposit. Mereka menemukan bahwa PCL serat kurma telah meningkatkan kekuatan tarik dan mencapai ketahanan benturan dengan kecepatan rendah yang lebih baik daripada komposit buatan manusia tradisional.

Dr Hom Dhakal, yang memimpin Advanced Research and Manufacturing (AMM) Research Group di University of Portsmouth mengatakan bahwa Investigasi kesesuaian biomassa limbah kurma sawit sebagai penguat bahan komposit ringan memberikan peluang luar biasa untuk menggunakan bahan ini. Hal ini dalam rangka mengembangkan biokomposit yang murah, berkelanjutan dan ringan.

“Dampak dari pekerjaan ini akan sangat signifikan. Yakni sebuah alternatif ringan yang dapat membantu mengurangi berat kendaraan, berkontribusi terhadap konsumsi bahan bakar yang lebih sedikit dan emisi CO2 yang lebih sedikit,” kata Dhakal.

Dia mengatakan, bahan yang berkelanjutan juga dapat diproduksi menggunakan lebih sedikit energi daripada serat kaca dan serat karbon. Dengan komposisi seperti itu, dapat terurai secara biologis, oleh karena itu lebih mudah didaur ulang.

Studi ini adalah salah satu yang pertama dalam rangka memberikan penilaian yang komprehensif dari sifat-sifat mekanik yang ditingkatkan dari bio-komposit PCL sawit

Serat kurma adalah salah satu serat alami yang paling tersedia di Afrika Utara dan Timur Tengah. Pohon kurma menghasilkan limbah pertanian dalam jumlah besar, yang biasanya dibakar.

Hal ini tentu menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius serta penghancuran mikro-organisme tanah yang penting. Bagian pohon kurma yang sering digunakan adalah bagian pelepahnya.

Pelepah kurma adalah bagian dari pohon yang mengelilingi batang pohon. Bagian ini sering rusak saat memangkas daun. “Ini adalah perjalanan panjang,” kata Dr Dhakal. “Dan kita harus memiliki kesabaran dan ketekunan untuk membuat semua ini dapat berdampak nyata.”

Tantangannya adalah mendapatkan properti yang konsisten dan dapat diandalkan. Dibutuhkan waktu lama untuk meyakinkan orang untuk menggunakan jenis material baru ini, seperti komposit yang diperkuat serat alami untuk aplikasi non-struktural dan struktural.

“Memenuhi tantangan ini membutuhkan penelitian dan inovasi lebih lanjut antara lembaga akademis dan industri,” Dhakal melanjutkan.
Dr Dhakal dan timnya telah bekerja sama dengan industri untuk menguji kekuatan dan kelangsungan hidup suku cadang yang terbuat dari bahan yang berkelanjutan, seperti kurma, rami, dan serat lainnya. AMM Research Group telah bekerja sama dengan peneliti dari berbagai institusi dari seluruh dunia.

Dalam 18 bulan terakhir, kelompok ini telah menerbitkan banyak makalah di berbagai jurnal Sains dan Teknologi termasuk yang terkait dengan Komposit.

Sebuah studi kolaboratif baru-baru ini yang sudah diterbitkan dalam jurnal tentang bahan Composite berhasil mengeksplorasi potensi limbah serat daun kurma untuk penguatan komposit.

 

nik/berbagai sumber/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment