Material Logam Selaras dengan Alam | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Material Logam Selaras dengan Alam

Material Logam Selaras dengan Alam

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Tempat tinggal dari bingkai logam menjadi tempat tinggal yang praktis dan cepat pembuatannya. Di sisi lain, bahan logam tidak selalu identik bangunan tidak dapat menyatu dengan alam.

Adanya kesatuan antara bangunan dengan alam ditunjukkan dengan keterhubungan antara keduanya. Jendela merupakan salah satu kuncinya.

Melalui bagian tersebut, penghuni di dalam rumah dapat melihat pemandangan sekitar sehingga hidup tidak terasa di dalam kotak bangunan. Sedangkan dari segi fasad, bangunan tidak terlihat terpisah dari lingkungan sekitarnya.

Hal tersebutlah yang dilakukan Alejandro Szilak, arsitek yang mendesain rumah tinggal di Plottier, Argentina. Rumah berwarna hitam dan putih tersebut terletak di pinggiran kota dengan menggunakan peraturan permukaan bangunan yang ditetapkan.

Untuk lantai dasar, bangunan memiliki luas 107 meter persegi berbentuk segi panjang. Sedangkan, bangunan di lantai atas seluas 32 meter persegi.

Seperti yang dilansir dari archdaily, tempat tinggal berbahan logam dianggap menguntungkan. Arsitek memilih konstruksi kering dari bingkai logam termodulasi.

Konstruksi tersebut mampu menghasilkan pengatural struktural serta denah lantai. Keteraturan ini memungkinkan pengggunaan elemen tambahan yang dipandang rasional, mengurangi rentang materil serta menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi dengan empat jenis pipa struktural.

Rumah memiliki inti elemen pusat sehingga terdapat lokasi fungsi utama di sekelilingnya. Kondisi ini menjadikan adanya gerakan dasar di seluruh peleknya.

Alhasil, bangunan mudah ditambah material lain untuk menambahi kelengkapan rumah, seperti kaca maupun bagian yang membuka maupun menutup. Sebelumnya, penelitian penggunaan logam sebagai bahan baku tempat tinggal di fokuskan pada pengembangan sistem konstruksi logam.

Logam dipertahankan sebagai elemen yang terlihat di rumah dan disusun melalui sistem konstruksi yang tepat dan teratur. Jarak antar kolom menentukan modul dasar yang mendominasi bentuk yang akan dihasilkan.

Akhirnya dengan adanya penyelarasan bahan baku. Arsitek yang terkesan keras dapat mencapai hubungan antara aspek visual maupun konstruksi. Keduanya tidak terlihat terpisahkan satu dengan yang lainnya. din/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment