Koran Jakarta | May 20 2019
No Comments
Pemilu Serentak | Masyarakat Agar Ikut Turunkan APK

Masa Tenang untuk Jaga Kedamaian

Masa Tenang untuk Jaga Kedamaian

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Tujuan diberlakukannya masa tenang selama tiga hari sejak Minggu hingga Selasa adalah untuk ikut menjaga suasana kondusif setelah masa kampanye yang panjang.

 

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Kaka Suminta, mengimbau masyarakat untuk melakukan hal yang produktif seperti mengendapkan perdebatan dan pertikaian baik di ruang publik maupun media sosial selama masa tenang selama tiga hari. Pasalnya, ia menemukan masih terjadi keadaan yang panas terutama di media sosial.

“Masih terlihat terutama di media sosial, banyak artikel-artikel lama yang di share ulang, lalu menimbulkan perdebatan,” ujarnya saat dihubungi Koran Jakarta, Minggu (14/4).

Selain menjaga kedamaian, masyarakat juga diharapkan dapan menjadi pemantau Pemilu, ikut membantu pengawas Pemilu jika terjadi potensi- potensi kecurangan dari peserta Pemilu, terutama potensi money politic yang kerap terjadi pada masa tenang. Sebab, masyarakat sebagai pemilih merupakan tangan pertama jika terjadi dugaan politik uang dari peserta Pemilu.

“Masyarakat juga terus memantau agar kita semua saling melihat proses ini. jadi setiap warga negara berhak untuk memantau ya minimal di TPSnya masing-masing agar terhindar dari potensi kecurangan,” terangnya.

Kemudian, lanjut Kaka, selama masa tenang masyarakat harus mengawasi bahkan ikut membantu menurunkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang masih berkeliaran di sepanjang jalan-jalan dan sudut-sudut kota maupun desa.

Kendati demikian, Kaka menuntut peserta Pemilu untuk sadar diri dengan menurunkan APK yang ia pasang pada masa kampanye, di samping harus menjaga integritas Pemilu dengan tidak melakukan upaya menggaet suara pemilih dengan politik uang.

“Demikian juga pada kandidat saya berharap tidak ada money politic lagi, walaupun tidak mungkin seperti itu, tapi kalau bisa dieleminir kenapa tidak,” harapnya.

Selain itu, Kaka menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk fokus terhadap distribusi dan pemenuhan kebutuhan logistik Pemilu agar merata ke seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pasalnya, sempat terjadi antrian yang cukup panjang pada pemungutan suara di Luar Negeri akibat persediaan logistik yang tidak mencukupi. Ia pun berharap tidak terjadi kejadian serupa pada pemungutan suara di dalam negeri.

“Mungkin karena kasus pencoblosan surat suara di Malaysia, KPU jadi tidak fokus sama logistik. Saya harap KPU dapat menyelesaikan segala kebutuhan logistiknya selama masa tenang,” ucapnya.

Prinsip Profesional

Sebelumnya, Ketua KPU, Arief Budiman, menyampaikan kepada seluruh penyelenggara Pemilu untuk menuntaskan tugas-tugasnya dengan tetap berpegang teguh pada prinsipprinsip kerja yang profesional, transparan, bertanggung jawab, dan berintegritas. Selain itu, ia pun berharap tidak ada lagi aktivitas kampanye selama masa tenang.

“Kepada para peserta pemilu kami ingin mengingatkan agar tidak lagi melakukan kegiatan kampanye pada masa tenang,” ujarnya saat menutup Debat Pilpres Kelima, di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Kemudian, Arief berharap masyarakat juga ikut aktif untuk menghargai masa tenang, dengan menjaga suasana yang hangat dan damai. Setelah masa tenang usai, Ketua KPU mengimbau kepada masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara, serta rekapitulasi, hingga penetapan hasil pemilu secara nasional.

“Dalam setiap kompetisi harus selalu siap untuk menang dan kalah. Kita semua berharap agar semua pihak bisa menjaga ketenangan dan kedamaian, selesaikan semua persoalan yang terjadi di ruang-ruang yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan,” pungkasnya. tri/rag/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment