Koran Jakarta | November 13 2018
No Comments

Mark Rutte, Perdana Menteri Sederhana Penyuka Masakan Indonesia

Mark Rutte, Perdana Menteri Sederhana Penyuka Masakan Indonesia

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Senyum mengembang di wajah Mark Rutte. Untuk ketiga kalinya, ia terpilih sebagai Perdana Menteri Belanda lewat pemilu yang digelar pada Rabu (15/3) lalu.

Kemenangan Rutte yang diumumkan Kamis (16/3), sangat mengejutkan. Pasalnya dari hasil sejumlah jajak pendapat, peluang Geert Wilders, calon perdana menteri dari partai oposisi, Partai bagi Kebebasan (Partij Voor de Vrijheid/PVV), selalu unggul dibanding Rutte.

“Ini merupakan momentum di mana Belanda, setelah Brexit, setelah pemilu Amerika Serikat, mengatakan ‘berhenti’ pada jenis populisme yang salah,” kata PM Rutte dalam pidato kemenangannya, Kamis malam.

Semasa kampanye, Wilders menggunakan taktik sama yang digunakan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yakni membuat program kontroversi. Dia dikenal antikemapanan dan anti-Islam dan ingin membawa Belanda keluar dari Uni Eropa (UE).

Namun siapa sangka. Pada menit-menit terakhir diselenggarakannya pemilu, ketegangan antara Belanda dan Turki terjadi. Kata-kata Presiden Turki, Tayyip Erdogan, yang sangat pedas ditanggapi secara profesional oleh Rutte. Kenyataannya, semakin kasar pernyataan Erdogan menghina Belanda, semakin banyak rakyat Belanda yang berdiri dibelakang PM Rutte.

Rutte menangani krisis diplomasi ini dengan cara yang sangat profesional. Dia menggarisbawahi penolakan pemerintah Belanda atas kedatangan dua menteri dari Turki yang ingin berkampanye dihadapan diaspora Turki di Belanda dengan cara yang sopan, tetapi tegas. 

Pernyataan Erdogan terhadap pemerintah Belanda memang sangat ketus. Namun alih-alih membalas, Rutte mengundang PM Turki, Binali Yildrim, untuk makan bersama.

Sikap Rutte tersebut, tak disangka mampu mengambil hati masyarakat Belanda. Begitulah takdir, tidak ada seorang yang bisa menduganya. 

Kemenangan Rutte disambut lega oleh rekan sesama politisi di UE, yang sudah ketar-ketir Belanda akan seperti Inggris yang memutuskan hengkang dari UE atau mengikuti gaya Trump yang menciptakan trend antikemapanan.

Hidup Sederhana 

Dengan terpilihnya Rutte hingga 3 periode berturut-turut sebagai Perdana Menteri Belanda, membuat masyarakat dunia mulai ingin tahu dengan kehidupan dan kepribadiannya. Di mata masyarakat Belanda, laki-laki lajang berusia 50 tahun itu dikenal sebagai pemimpin dengan gaya hidup sederhana. Mobil yang dikendarai PM Rutte merupakan mobil bekas dan ia hanya punya satu telepon genggam.

Sebuah foto yang diambil oleh AFP pada 2012 memperlihatkan Rutte tiba di Catshuis dengan mengendarai sepeda. Catshuis adalah sebuah kediaman resmi perdana menteri di Den Haag. 

Meski sudah jadi orang penting, Rutte masih tinggal di apartemen, yang dibelinya setelah mendapatkan gelar sarjana S1 bidang sejarah dari Leiden University pada 1992. Leiden University merupakan universitas paling favorit di Belanda. 

Ketika masih sangat muda, Rutte sangat pandai bermain piano. Dia sempat berpikir ingin merintis karir sebagai musisi ketika itu. Namun cita-cita tersebut berubah, dimana saat menginjak usia 16 tahun, dia memutuskan bergabung dengan People’s Party for Freedom and Democracy (Volkspartij voor Vrijheid en Democratie/VVD).

Tak disangka, karirnya di VVD terus menanjak hingga pada 2002 – 2006 dia ditunjuk sebagai wakil menteri urusan sosial dan pendidikan Belanda. Saat nasib kemudian membawanya menjadi Perdana Menteri Belanda, Rutte rutin menyisihkan waktu 4 jam dalam sepekan untuk mengajar di sebuah sekolah di distrik miskin di Den Haag. 

Hal lain yang masih sering dilakukannya saat sudah menjadi perdana menteri adalah hampir seminggu sekali Rutte selalu menyempatkan diri untuk makan bersama ibunya di sebuah restoran Indonesia dekat dengan kantornya di Den Haag. Menu kuliner Indonesia yang digemari Rutte adalah nasi goreng.

Mendiang ayah Rutte, Izaak Rutte, pernah menjadi kepala cabang perusahaan dagang di Hindia Belanda dengan kantor di Batavia. Ibundanya, yaitu Hermina Cornelia Dilling diketahui pernah menjabat sebagai sekretaris di perusahaan dagang di Batavia itu. suci sekar/Ant/BBC/I-1

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment