Koran Jakarta | August 18 2017
No Comments
Suku Bunga

Maret, Bunga Acuan BI Bakal Dinaikkan

Maret, Bunga Acuan BI Bakal Dinaikkan

Foto : ANTARA / Akbar Nugroho Gumay
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA. - Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo (RR) Rate dinilai karena mempertimbangkan faktor inflasi yang berpotensi meningkat ke depan. BI mempertahankan BI 7-day RR Rate di level 4,75 persen sejak Oktober 2016, setelah sebelumnya selama dua bulan berturut-turut menurunkannya masing-masing sebesar 25 basis poin (bps) pada September dan Oktober 2016.

“Di bulan Maret, BI akan menghadapi kenaikan harga yang dibuat pemerintah seperti premium, solar, dan listrik. Kalau ketiganya benar naik bareng, inflasi akan terdorong tinggi. Prediksi saya, pada Maret BI tidak akan kuat lagi menahan 7-days RR Rate, dan akan mulai menaikkannya,” ujar peneliti Indef, Bhima Yudhistira, Kamis (16/2).

Menurut dia, ada faktor global yang ternyata menolong perekonomian terhindar dari guncangan. Sebelumnya, diprediksi akan terjadi capital outflow seiring dengan gebrakan kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

“Ternyata sekarang kita justru kebanjiran uang (capital inflow) cukup besar. Cadangan devisa kita meningkat, neraca pembayaran bagus. Optimisme atas Trump di bulan November tahun lalu, kini berbalik arah seiring citra Trump yang makin ekstrem,” jelas Bhima.

Selain itu, lanjut dia, isu perang dagang yang terus berembus akibat proteksionisme Trump dan rencana pembangunan pagar Meksiko, rupanya benar-benar menakutkan investor. “Namun, konsumsi kita cukup kuat menopang pertumbuhan sehingga kita jadi salah satu negara tujuan uang.”

Meski begitu, Bhima mengingatkan agar Indonesia berhati-hati dengan potensi inflasi Maret nanti dan bayang-bayang siklus krisis 10 tahunan seperti tahun 1998, 2008, dan 2018, yang kemungkinan bisa terjadi.

“Artinya, ada risiko bubble komoditas yang bisa mendorong guncangan di pasar modal. Pembalikan uang ke negara asal secara tiba-tiba sangat berbahaya untuk ekonomi kita,” tegas dia.

Likuiditas Longgar

Sebelumnya, BI menyatakan belum akan menaikkan suku bunga acuan karena dinilai likuiditas masih longgar dan secara umum indikator ekonomi masih baik. “Belum ada (rencana), yang ada adalah di Amerika yang mungkin sekarang ini sedang mengantisipasi kenaikan tingkat suku bunga,” ujar Gubernur BI, Agus Martowardojo, di Jakarta, Kamis.

Meskipun demikian, BI tetap mewaspadai sejumlah risiko, baik yang bersumber dari global terutama terkait arah kebijakan AS, dan risiko geopolitik di Eropa, maupun dari dalam negeri terutama terkait dengan dampak penyesuaian administered prices terhadap inflasi.

BI mencatat inflasi tetap terkendali, meskipun mengalami tekanan yang meningkat di awal 2017. Inflasi IHK Januari 2017 tercatat sebesar 0,97 persen (secara bulanan), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 0,42 persen. Kenaikan inflasi tersebut terutama disumbang oleh kelompok administered prices dan kelompok inti. Namun, tambah Agus, sejumlah risiko global tetap perlu diwaspadai. “Rencana ekspansi kebijakan fiskal pemerintah AS di tengah sinyal pengetatan kebijakan moneter dapat mendorong penguatan mata uang AS, dan penyesuaian suku bunga lebih cepat.” n ahm/YK/SB/WP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment