Mantan Presiden Lee Myung-bak Kritik Putusan MA Korsel | Koran Jakarta
Koran Jakarta | November 29 2020
No Comments

Mantan Presiden Lee Myung-bak Kritik Putusan MA Korsel

Mantan Presiden Lee Myung-bak Kritik Putusan MA Korsel

Foto : KBS News
Lee Myung-bak
A   A   A   Pengaturan Font

SEOUL - Mantan Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak yang divonis hukuman penjara 17 tahun atas tuduhan penyuapan dan penggelapan dana, mengeluarkan pendapat resminya dan mengkritik putusan pengadilan tinggi Korea Selatan pada Kamis (29/10/20).

“Prinsip hukum telah runtuh dan mengkhawatirkan masa depan Korea Selatan,” ucap Lee lewat pengacaranya seperti dilansir kantor berita KBS, Kamis.

Lee menuturkan bahwa dirinya menjalani persidangan karena berharap bahwa peradilan adalah benteng terakhir dari demokrasi liberal, tetapi pengadilan tinggi pada akhirnya tidak adil dan jujur.

Lee mengakhiri pendapatnya dengan mengatakan bahwa kebenaran pasti akan terungkap.

Sebelumnya Lee telah diperintahkan untuk kembali ke penjara untuk menjalani masa tahanannya selama 17 tahun setelah Mahkamah Agung menolak semua bandingnya menyangkut tindak pidana suap dan penggelapan.

Lee, 78 tahun,  yang merupakan Presiden Korsel pada periode 2008 hingga 2013, selama ini tak menjalani masa tahanan karena telah membayar jaminan sembari menunggu putusan banding.

“Polisi terlihat telah menjemput Lee di kediamannya di Seoul,” lapor Yonhap. “Lee meminta penundaan penahanan atas alasan kesehatan dan penundaan itu disetujui hingga ia baru akan masuk penjara pada Senin (2/11),” imbuh kantor berita itu.

Karena usianya yang telah tua, Lee kemungkinan akan menjalani seluruh masa hidupnya di penjara kecuali jika ia mendapatkan grasi dari presiden. Dengan ditahannya Lee maka seluruh mantan presiden Korsel yang masih hidup, kini semuanya mendekam di penjara. SB/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment