Mantan Presiden Korsel, Lee Myung-bak, Divonis 17 Tahun Penjara | Koran Jakarta
Koran Jakarta | November 29 2020
1 Comment
Kasus Suap

Mantan Presiden Korsel, Lee Myung-bak, Divonis 17 Tahun Penjara

Mantan Presiden Korsel, Lee Myung-bak, Divonis 17 Tahun Penjara

Foto : JUNG YEON-JE/AFP
Mantan Presiden Korsel, Lee Myung-bak (kiri)
A   A   A   Pengaturan Font

SEOUL – Mantan Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Myung-bak, diperintahkan un­tuk kembali ke penjara setelah Mahkamah Agung menetap­kan hukuman penjara 17 ta­hun karena kasus penyuapan dan penggelapan dana, Kamis (29/10). Mahkamah Agung Korsel menolak semua ban­ding yang diajukan Lee.

Lee pertama dinyatakan bersalah atas penggelapan dana dan menerima suap pada akhir 2018 dan dipenjara. Pe­ngadilan banding kemudian menambah hukumannya men­jadi 17 tahun. Presiden Korsel pada periode 2008 hingga 2013 itu tidak menjalani masa ta­hanan karena telah membayar uang jaminan, sembari me­nanti hasil banding lebih lanjut ke pengadilan tertinggi “Negeri Ginseng”.

Saat vonis dijatuhkan MA, pria berusia 73 tahun itu tidak hadir di pengadilan. Tetapi, polisi terlihat di rumahnya di Seoul untuk menjemputnya.

“Polisi terlihat telah men­jemput Lee di kediamannya di Seoul,” lapor Yonhap.

Kehilangan Aset

Mahkamah Agung Korea Selatan menguatkan putusan pengadilan tinggi sebelumnya, yakni vonis 17 tahun penjara.

Lee Myung-bak terbukti menggelapkan dana 25,2 mi­liar won dan menerima suap sebesar 9,4 miliar won.

Selain itu, Lee Myung-bak juga didenda 13 miliar won dan harus kehilangan aset senilai 5,7 miliar won.

Dalam sebuah pernyataan, Mahkamah Agung Korea Se­latan menyampaikan, “Tidak ada kesalahan hukum dalam keputusan pengadilan banding tentang penyuapan dan peng­gelapan”.

Yonhap melaporkan, Lee meminta penundaan pena­hanan atas alasan kesehatan dan penundaan itu disetujui. “Dia baru akan masuk penjara pada Senin (2/11),” imbuh kan­tor berita itu.

Karena usianya yang te­lah tua, Lee kemungkinan akan menjalani seluruh masa hidupnya di penjara, kecuali jika ia mendapatkan grasi dari Presiden. Dengan ditahannya Lee, maka seluruh mantan pre­siden Korsel yang masih hidup, kini semuanya mendekam di penjara.

Rival Politik

Ada empat mantan presi­den Korsel yang dijebloskan ke penjara atau telah menjalani hukuman penjara. Kasus me­reka terungkap biasanya ka­rena hasil penyelidikan yang diperintahkan penerusnya se­bagai rival politik.

Park Geun-hye, yang me­rupakan penerus konservatif Lee Myung-bak, digulingkan pada 2017 karena kasus korupsi yang memicu protes jalanan be­sar-besaran di Negeri Ginseng. Ia saat ini juga tengah menjalani hukuman 20 tahun penjara ka­rena kasus penyuapan dan pe­nyalahgunaan kekuasaan.

Sementara itu, mantan pe­mimpin liberal lainnya, Roh Moo-hyun, yang diselidiki se­lama masa kepresidenan Lee Myung-bak, melakukan bunuh diri setelah diinterogasi dalam penyelidikan korupsi yang me­libatkan keluarganya.

Roh Moo-hyun merupakan mentor politik Presiden petaha­na, Moon Jae-in, yang bertugas di Rumah Biru selama masa ke­presidenannya, termasuk seba­gai kepala stafnya selama satu tahun. n SB/AFP/P-4

Klik untuk print artikel

View Comments

Malorie Mattner
Jumat 30/10/2020 | 12:22
RE: koran-jakarta.com / Koran Jakarta | Informasi Berita Terkini Hari Ini WEBSITE SOLUTIONS
This notification ENDS ON: Oct 29, 2020


We have actually not obtained a settlement from you.
We have actually tried to contact you yet were not able to reach you.


Please Visit: https://cutt.ly/IgYKBqL .

For details and also to make a optional payment for services.

Thank you.

1029202021574243324

Submit a Comment