Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Kasus Korupsi - Wawan “Nginap” di Grand Mercure Bandung

Mantan Kalapas Sukamiskin Terima Suap dari Tiga Napi

Mantan Kalapas Sukamiskin Terima Suap dari Tiga Napi

Foto : ANTARA/Gusti Prabu
SIDANG DAKWAAN - Mantan Kalapas Kelas I Sukamiskin, Wahid Husein menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Klas 1A, Bandung Jawa Barat, Rabu (5/12). Wahid Husein didakwa 20 tahun penjara atas kasus suap pemberian fasilitas istimewa narapidana kasus korupsi di Lapas Sukamiskin.
A   A   A   Pengaturan Font
Menurut jaksa, dari Fahmi Darmawansyah, Wahid Husen menerima satu unit mobil jenis Double Cabin 4x4 merek Mitsubishi Triton.

BANDUNG - Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen, didakwa menerima suap dari tiga narapidana kasus korupsi. Ketiganya adalah Fahmi Darmawansyah, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan, dan Fuad Amin.

“Terdakwa menerima hadiah berupa sejumlah uang dan barang dari warga binaan (narapidana) Lapas Sukamiskin, yang sebagian besar diterima oleh terdakwa melalui Hendry Saputra,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Trimulyono Hendradi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/12).

Wawan adalah suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. Dia adalah narapidana yang menjalani hukuman di lapas Sukamiskin sejak 2015 atas beberapa tindak pidana korupsi. Sedangkan Fahmi Darmawansyah adalah terpidana kasus suap Badan Keamanan Laut dan suami dari Inneke Koesherawati.

Fuad Amin Imron adalah mantan Bupati Bangkalan. Menurut jaksa, dari Fahmi Darmawansyah, Wahid menerima satu unit mobil jenis Double Cabin 4x4 merek Mitsubishi Triton. Kemudian, sepasang sepatu boot dan sepasang sendal merek Kenzo. Selain itu, satu buah tas clutch merk Louis Vuitton dan uang 39 juta rupiah.

Kemudian, dari Wawan berupa uang sejumlah 63 juta rupiah. Selain itu, dari Fuad berupa uang yang jumlah keseluruhannya sekitar 71 juta rupiah. Kemudian, dari Fuad Amin, Wahid juga menerima fasilitas dipinjamkan mobil Toyota Innova serta dibayari menginap di Hotel Ciputra Surabaya selama dua malam.

Sejumlah hadiah tersebut diduga diberikan karena Wahid telah memperbolehkan ataupun membiarkan Fahmi, Wawan, dan Fuad Amin mendapatkan berbagai fasilitas istimewa di dalam dan di luar Lapas, termasuk penyalahgunaan dalam pemberian izin keluar dari Lapas, yang bertentangan dengan kewajiban Wahid. “Sebagian besar penerimaan diterima terdakwa melalui Hendry Saputra selaku staf umum merangkap sopir Kalapas Sukamiskin,” kata Trimulyono.

 

Alasan Sakit

 

Trimulyono menjelaskan pada Maret–Juli 2018, Wahid memberikan kemudahan izin keluar lapas untuk Wawan antara lain pada 5 Juli 2018 dalam bentuk izin luar biasa (ILB). Alasannya, mengunjungi Ibunya yang sedang sakit di Serang, Banten.

Terdakwa mengetahui bahwa izin keluar dari Lapas tersebut sengaja disalahgunakan oleh Wawan untuk pergi menginap di Hotel Hilton Bandung selama dua hari. Selain itu, Wahid juga memberikan kemudahan izin berobat ke rumah sakit pada 16 Juli 2018 dengan alasan berobat ke RS Rosela, Karawang.

Wahid mengetahui izin tersebut disalahgunakan untuk menginap di luar lapas, yakni di Hotel Grand Mercure Bandung bersama teman wanitanya. Wahid juga memberikan berbagai fasilitas mewah kepada Fahmi Darmawansyah. Wahid membolehkan Fahmi membangun sebuah bilik cinta untuk melakukan hubungan badan dengan istrinya, Inneke Koesherawati, datang berkunjung

Sementara itu, Jaksa KPK, Kresno Anto Wibowo, mengatakan dalam kurun waktu Maret hingga Mei 2018, terdakwa memberikan kemudahan dalam hal izin keluar lapas untuk Fuad Amin, antara lain izin berobat keluar lapas pada 21 Maret 2018 dengan alasan berobat di Rumah sakit Dustira, Cimahi. “Fuad pergi bermalam di rumahnya di Jalan Ir H Juanda Nomor 175 Dago, Bandung,” katanya. 

 

Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment