Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments
Pemberantasan Korupsi

Mantan Dirut Petral Tersangka Kasus Suap Migas

Mantan Dirut Petral Tersangka Kasus Suap Migas

Foto : KORAN JAKARTA/MARIO CAISAR
BERI KETERANGAN I Juru Bicara KPK Febridiansyah, bersama Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menggelar konferensi pers terkait kasus dugaan suap Pertamina Energi Service Pte Ltd (PES) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/9).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Manag­ing Director Pertamina Energy Ser­vice (PES) Pte Ltd periode 2009–2013 sekaligus mantan direktur utama (dirut) Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), Bambang Irianto (BTO), sebagai tersangka kasus suap perda­gangan minyak mentah dan produk kilang di PES Pte Ltd.

Wakil Ketua KPK, Laode Muham­mad Syarif, mengatakan penetapan tersangka mantan pejabat Pertamina itu setelah KPK melakukan penye­lidikan sejak Juni 2014 dengan me­ngumpulkan informasi dan data yang relevan serta permintaan keterangan terhadap 53 orang saksi dan dipela­jari dokumen dari berbagai instansi serta koordinasi dengan beberapa otoritas di lintas negara.

“Setelah terpenuhinya bukti per­mulaan yang cukup, KPK mening­katkan ke penyidikan dalam perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait kegiatan perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Perta­mina Energy Services Pte Ltd (PES) selaku subsidiary company PT Perta­mina (Persero),” kata Laode di Jakar­ta, Selasa (10/9).

Dijelaskan, tersangka BTO ber­sama sejumlah pejabat PES menen­tukan rekanan yang akan diundang mengikuti tender. Salah satu NOC (National Oil Company) yang sering diundang untuk mengikuti tender dan akhirnya menjadi pihak yang mengirimkan kargo untuk PES/PT Pertamina (Persero) adalah Emirates National Oil Company (ENOC).

Diduga perusahaan ENOC diun­dang sebagai kamuflase agar PES de­ngan NOC memenuhi syarat pengada­an, padahal minyak berasal dari Kernel Oil. Bambang diduga mengarahkan untuk tetap mengundang NOC mes­kipun mengetahui NOC bukan pihak yang mengirim kargo ke PES.

“Tersangka BTO melalui rekening perusahaan Siam diduga telah me­nerima uang sekurang-kurangnya 2,9 juta dollar Amerika Serikat atas ban­tuan yang diberikannya kepada pihak Kernel Oil terkait dengan kegiatan perdagangan produk kilang dan mi­nyak mentah kepada PES/PT Perta­mina di Singapura dan pengiriman kargo,” papar Laode.

Atas perbuatannya tersebut, Bam­bang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b sub­sider Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah de­ngan UU Nomor 20 Tahun 2001 ten­tang Pemberantasan Tipikor.

Menyita Dokumen

Pada kesempatan itu, Laode me­ngatakan pihaknya melakukan peng­geledahan di lima lokasi pada 5–6 September 2019 untuk kepentingan penyidikan. Kelima lokasi tersebut, yaitu empat rumah di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur; serta satu apartemen di Jakarta Pusat.

“Disebabkan dugaan penerimaan suap cukup signifikan maka KPK akan terus berupaya melakukan penelu­suran dan asset recovery,” katanya. ola/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment