Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
Festival Pulo Dua 2019

Manjakan Pengunjung dengan Keragaman Pilihan

Manjakan Pengunjung dengan Keragaman Pilihan

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Festival Pulo Dua (FPD) 2019 ini memasuki tahun ketiga. Even ini meliputi lomba mancing hebat, foto underwater, selfie, fashion show tenun nambo, dan berenang. Kegiatan tersebut bakal digelar pada 25 Juli hingga 28 Juli 2019 di Desa Pulo Dua, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

Wakil Bupati (Wabup) Banggai, Mustar Labolo, mengungkap­kan, pihaknya bakal membenahi sarana dan prasarana sebelum even FPD diselenggarakan.

“Ada beberapa hal yang wajib dibenahi seperti akses jalan menuju lokasi, penyediaan air bersih, fasi­litas MCK, rekayasa parkir hingga perilaku hidup bersih dan sehat dari masyarakat setempat. Keramahta­mahan warga saat menerima tamu juga penting,” kata Mustar di lokasi FPD di Kecamatan Balantak Utara.

Tak hanya itu, lanjutnya, du­kungan jaringan telekomunikasi juga perlu dibenahi, termasuk ke­amanan pengunjung saat kegiatan berlangsung.

“Saya berharap semua siap dan kegiatan nasional ini bisa sukses di Banggai,” harapnya.

FPD sudah dilaksanakan untuk yang ketiga kalinya. Yang menjadi istimewa karena tahun ini, kegiatan tersebut masuk agenda nasional dari Kementerian Pariwisata (Ke­menpar).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup mengatakan, para wisa­tawan bakal dimanjakan dengan berbagai stan kuliner daerah yang berbasis ikan. Even yang meng­usung tema Berenang, Memancing, Mendaki, dan Menyelam (B3M) ini diharapkan dapat menjadi ajang promosi bagi pariwisata di wilayah Banggai.

Wisatawan dapat menikmati destinasi alam dan bahari di Bang­gai, seperti Sungai Lukmanenteng, Pantai Kilo Lima, Air Terjun Salodik, dan Pulo Dua.

Sementara kuliner, akan ter­saji aneka kuliner khas Kabupaten Banggai seperti nasi jaha, pisang lowe, milu siram, onyop, dan berb­agai sajian ikan laut yang khas.

Terkait akses transportasi, Mus­tar mengungkapkan, untuk menuju Kabupten Banggai lewat jalur udara melalui Bandara Udara Syukuran Aminuddin Amir. Meski demikian wisatawan harus transit dulu dari kota Makassar, Palu atau Manado.

“Melalui jalur laut, Kabupaten Banggai bisa diakses lewat Pelabu­han Luwuk. Sementara untuk jalur darat, wisatawan bisa menuju Bang­gai dari Kota Palu atau dari Kota Makassar dengan sarana perhubun­gan kendaraan umum bus. Untuk Transportasi di Kabupaten Bang­gai, wisatawan bisa menggunakan becak motor atau menyewa mobil atau van. Penginapan atau Hotel di daerah Banggai juga sudah terdapat banyak pilihan, terutama pengi­napan standar dengan tarif yang sangat terjangkau,” jelasnya. pur/R-1

Tujuh Acara Menarik

Masuk 100 Calendar of Event (CoE) Kemenpar, tujuh acara menarik bakal meriahkan FPD di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Bupati Banggai Herwin Yatim dalam jumpa pers Sabtu (15/6), menyampaikan sejumlah rangkaian acara yang nanti­nya akan memeriahkan kegiatan FPD.

Dalam jumpa pers yang berlangsung di ruang kerjanya, Bupati Herwin didampingi Mustar Labolo, Dino Gobel, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Banggai atau Bang­gai Tourism Board (BTB), dan Paiman Karto, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai.

Dijelaskan, adapun acara yang menarik itu antara lain, per­tama, berenang sepanjang 2.500 meter. Kedua, mendaki ke puncak Lukapan Mister Koniu di areal Pulo Dua.

“Nama gunung nya unik karena diambil dari nama eks ten­tara Jepang pada zaman Perang Pasifik menjadikan kawasan ini sebagai lokasi perang,” jelas Herwin.

Ketiga, menyelam di 21 spot dive kawasan itu yang sangat cantik dan tak kalah dengan Taman Laut Bunaken di Manado, atau bahkan Raja Ampat. Keempat, kegiatan terbang Paraglid­ing bersama para atlet paragliding dari Palu dan Manado.

Kelima, expo kuliner yang mengusung kearifan lokal. Keenam, Sailing Pass atau Parade 100 Perahu hias dan ketujuh, 1.000 lam­pion. Selain ketujuh kegiatan tersebut, FPD akan diwarnai penam­pilan artis ibukota Jakarta.  pur/R-1

Dikemas secara Kolaboratif

Pada kesempatan tersebut, Bupati Her­win Yatim, juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, atas dimasuk­kannya kegiatan Festival Pulo Dua sebagai salah satu dari 100 CoE Indonesia atau 100 event Pariwisata Nasional.

“Atas nama pemerintah dan seluruh ma­syarakat Kabupaten Banggai, kami menyam­paikan terima kasih kepada bapak Presiden, melalui bapak Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya,” kata Herwin.

Dikatakan Herwin, even FPD akan dikemas secara kolaboratif antara pemerintah dan swasta melalui Dinas Pariwisata dan Kebuday­aan Banggai dengan Banggai Tourism Board.

“Sehingga festival ini sungguh sebuah pesta rakyat dan bukan seremoni pemerintah. Tapi dari dan untuk rakyat manfaatnya,” tegasnya.

FPD juga akan diisi dengan kampanye bertajuk “No Plastic” selamatkan lingkungan sekaligus mewujudkan pariwisata berkelan­jutan, dan kegiatan pencanangan Makanan Lokal khas Kabupaten Banggai.

Pada kesempatan tersebut Bupati Herwin menjelaskan, ada tiga target yang akan dicapai pada kegiatan FPD. Yaitu, FPD ditargetkan akan menghadirkan sebanyak 20 ribu turis domestik dan turis asing.

“Para turis asing diharapkan bisa tiba me­lalui Manado yang hanya berdurasi terbang 1 jam ke Luwuk atau Jakarta yang hanya 2 jam terbang saja,” kata Herwin.

Dengan target jumlah turis sebanyak ini, di­harapkan FPD akan menjadi trigger kemajuan ekonomi daerah berbasis kerakyatan. Artinya, perputaran ekonomi dipastikan akan terjadi melalui even ini.

“Masyarakat diharapkan akan alami dam­pak dari festival ini, mulai dari UKM, restoran, transportasi, perhotelan dan banyak lagi,” jelas Herwin sembari menambahkan optimisme­nya bahwa prinsip pariwisata berkelanjutan akan memajukan Kab Banggai pasca even FPD ke depan.

“Kami pemerintah dan masyarakat Banggai antusias dan optimis kemajuan pariwisata di daerah kami melalui festival Pulo dua ini,” tambahnya.

Selanjutnya, Herwin mengaku, surprise atas dukungan yang diberikan 2 maskapai penerbangan yang membuka penerbangan­nya ke Luwuk. Batik air misalnya, kata Herwin. Para pramugari dari maspakai penerbangan yang baru sebulan ini membuka rute pener­bangan langsung Jakarta ke Luwuk ini akan mengenakan kebaya dari kain khas Kabupaten Banggai yang disebut Tenun Nambo. Sedang­kan, Maskapai Sriwijaya Air akan mempro­mosikan FPD melalui artikel di flight magazine nya.

Sementara Dino Gobel, selaku Ketua BTB menambahkan, akses menuju ke Luwuk dapat ditempuh menggunakan penerbangan lang­sung Jakarta ke Luwuk menggunakan Batik Air. Ada juga via Makassar dan Manado serta Palu, menggunakan Batik Air, Sriwijaya dan Wings Air.  pur/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment