Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
Skandal 1MDB

Malaysia Tuntut Hukum Goldman Sachs

Malaysia Tuntut Hukum Goldman Sachs

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

KUALA LUMPUR - Penegak hukum Malaysia mengajukan tuntutan pidana kepada perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS), Goldman Sachs, dan dua mantan karyawan perusahaan itu atas dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi 1MDB.

Tuntutan atas skandal yang telah merugikan keuangan Malaysia hingga miliaran dollar AS itu memberi tekanan baru pada raksasa Wall Street tersebut. Sebuah anak perusahaan Goldman, dan mantan bankir Tim Leissner, dan Ng Chong Hwa, dituduh telah menyalahgunakan dana sebesar 2,7 miliar dollar AS untuk menyuap para pejabat, dan membuat pernyataan palsu dalam pengaturan obligasi dana 1MDB.

Saat Ng ditangkap di Malaysia bulan lalu, Leissner yang namanya ikut terseret telah mengaku bersalah. Sementara investor Malaysia yang dituduh mendalangi kasus itu, Low Taek Jho, juga mendapat tuduhan baru. Tuduhan itu terkait dengan kasus korupsi dana 1MDB yang dimotori oleh mantan pemimpin Malaysia, Najib Razak, dan kroni-kroninya.

Hasil korupsi itu telah digunakan untuk membeli berbagai barang mewah, mulai dari kapal pesiar hingga lukisan langka. Kasus itu telah menyebabkan rezim Najib kalah secara mengejutkan pada pemilu Mei lalu.

“Setelah menahan diri sebagai penasihat global untuk obligasi, Goldman Sachs diharapkan memberi standar paling baik. Mereka telah gagal dalam semua standar, karena itu mereka harus bertanggung jawab,” kata jaksa Malaysia, Tommy Thomas, saat mengumumkan tuntutan, Senin (17/12).

Goldman dikecam karena berperan dalam obligasi penjaminan sebesar 6,5 miliar dollar AS untuk 1MDB, dengan biaya jasa sebesar 600 juta dollar AS.

 

Pernyataan Palsu

 

Thomas mengatakan perusahaan dan mantan karyawan Goldman diduga telah membuat pernyataan palsu penyalahgunaan dana sebesar 2,7 miliar dollar AS dari penerbitan obligasi, yang terjadi pada 2012 dan 2013.

Leissner, yang menjabat sebagai Direktur Manajemen Goldman Sachs untuk Asia Tenggara, dan Ng yang berprofesi sebagai managing director, telah bekerja sama melakukan penyuapan dengan Jho Low, untuk memastikan perusahaan itu menang dalam tender.

“Uang yang diperoleh Goldman untuk penerbitan obligasi itu jauh lebih tinggi dari harga pasar, dan normanorma industri yang berlaku,” kata Thomas. 

 

AFP/SB/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment