Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
VARIA

Mahasiswa ITS Raih Doktor Termuda

Mahasiswa ITS Raih Doktor Termuda

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA - Penggunaan bahan bakar jenis gasoline (bensin) di Indonesia yang sangat tinggi mendorong maha­siswa Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), Departemen Teknik Kimia Insti­tut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Rendra Panca Anu­graha, untuk mengembangkan aplikasi dimetil dan dietil karbon dalam disertasi doktoralnya. Berkat penelitian itu, Rendra berhasil meraih gelar doktor di usia 24 tahun, dan menjalani wisuda di Kampus ITS Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (17/3).

Dalam disertasinya, Rendra mengungkapkan bahwa tingginya penggunaan gasoline di Indonesia saat ini bisa menimbulkan berbagai masalah yang buruk bagi ling­kungan sekitar. Dia menjelaskan, untuk mengurangi dam­pak negatif dari penggunaan gasoline, diperlukan zat aditif (tambahan) yang berfungsi untuk meningkatkan performa pembakaran. Cara ini dilakukan agar emisi dari gas buang lebih ramah dan menurunkan emisi penguapan gasoline. Beberapa zat aditif yang telah banyak digunakan, seperti Tetraethyl Lead (TEL), dan Methyl Tert-Buthyl Ether (METB), diketahui memiliki dampak buruk terhadap lingkungan ka­rena bersifat toksik, timbal, dan mudah mengua.

Rendra menjelaskan, dimetil karbonat (DMC) dan dietil karbonat (DEC) sebagai green chemical dapat digunakan se­bagai alternatif zat aditif gasoline untuk meningkatkan perfor­ma pembakaran dengan tetap menjaga kualitas gasoline. Pe­nambahan senyawa aditif oxygenate (etanol, DMC, dan DEC) juga memberikan dampak signifikan untuk menurunkan te­kanan uap di seluruh tipe campuran hidrokarbon. SB/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment