Koran Jakarta | June 17 2019
No Comments
Peran Media

M Nuh: Pers Ibarat Oksigen

M Nuh: Pers Ibarat Oksigen

Foto : ISTIMEWA
M Nuh
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Ketua Dewan Pers periode 2019-2022, M Nuh, mengibaratkan produk pers sebagai oksigen yang menyehatkan. Karena itu setiap produk harus mengandung unsur-unsur yang menyehatkan bagi mayarakat

“Bagaimana media menghaslkan oksigen yang fresh dan tidak terkontaminasi. Karena kalau tidak sehat akan menyebakan sakit. Ikuti saja data, knowledge dan akan jadi wisdom. Karena tidak mungkin dapat oksigen kalau datanya nggak jelas. Data yang baik akan jadi kowlegde kalau lemah di data jangan berharap jadi knowledge,” kata M. Nuh pada acara pisah sambut Anggota Dewan Pers Periode 2016-2019 Dengan Periode 2019-2022 di Jakarta, Rabu (12/6).

Terkait dengan eran media sangat luar biasa di masyarakat, mantan Mendiknas (2009-2014) ini mengatakan, karena media memberikan edukasi, memberdayakan masyarakat, dan mencerahkan. “Dan media juga berfungsi pendingin. Kalau media berperan sebagai pemanas, maka akan keringatan, buka baju, aurat kelihatan,” ujar Nuh.

Menurutnya, media berperan sebagai mediator. “Inilah locus kerja media, kalau menempel, maka fungsi mediasi hilang. Karena media harus berada di tengah tengah pilar masyarakat. Media juga jangan hanya focus pada locus in between tapi juga harus menarik hasil produknya,” katanya.

M. Nuh yang juga pernah menjabat Menteri Komunikasi dan Informasi (2007-2009) menyayangkan masyarakat di mana yang satu menghina masyarakat yang lainnya. Karena saling berkelahi itu tidak bermanfaat dan malah merugikan.

“Kalau kita terus bertengkar, kita rugi tiga hal, kehilangn energi, kehilangn opportunity, karena tukaran terus, kesempatn hilang dan juga ketiga, kehilangan berkah,” ujarnya.

Sementara Ketua Dewan Pers periode 2016-2019, Yosep Adi Prasetyo, mengatakan, acara pisah sambut ini merupakan tradisi menjelang pengurus baru berjalan dan berakhirnya kepengurusan yang dipimpinnya yang berakhir pada 21 Mei.

“Malam ini merupakan bagian dari perpisahan DP Periode 2016-2019,” kata Yosep sambil memanggil seluruh pengurus lama DP ke podium.

Pihaknya memanggil kesembilan pengurus DP sebagai bentuk pamitan DP pengurus lama ke insan pers.

Dijelaskan, waktu tiga tahun menjabat Ketua DP dirasakannya sangat pendek. Namun itu semua sudah ketentuan yang diatur UU.

“Masalah rumit kalau ditangani orang yang sama dalam waktu lama akan jadi masalah, karena itu hanya dibatasi tiga tahun,” kata Yosep. eko/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment