Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Transportasi Massal

LRT Jakarta Akan Beroperasi pada Awal 2019

LRT Jakarta Akan Beroperasi pada Awal 2019

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Light Rail Transit (LRT) di Stasiun Velodrome Rawamangun rencananya akan dioperasikan awal tahun 2019.

“Barusan tadi kita mencoba LRT Jakarta, dan berharap nanti seluruh proses konstruksinya sesuai jadwal dan seperti biasa kriteria utama setiap membangun sesuatu adalah ‘on schedule’(sesuai jadwal), ‘on budget’(sesuai anggaran),’on quality ‘(mutunya terjamin). Mudah - mudahan semuanya bisa tercapai,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Jakarta, Rabu (12/9).

Gubernur bersama masyarakat mencoba uji coba LRT secara terbatas dari Peninjauan tersebut dimulai dari stasiun Velodrome hingga Stasiun Kelapa Gading Mall, Jakarta Utara.

Dalam peninjauannya, Anies menekankan pentingnya pembangunan transportasi LRT Jakarta yang terintegrasi dengan seluruh proses konstruksi pembangunan moda transportasi yang ada di DKI Jakarta.

“Pembangunan transportasi semacam ini harus benar-benar terintegrasi dengan semua konstruksi yang sedang berjalan di Jakarta. Jadi, kita harus memastikan pembangunan ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, perlu duduk bersama semuanya lalu diputuskan sama-sama,” kata Gubernur.

Ia melanjutkan “Jadi dari stasiun velodrome ini nanti kita akan pastikan tersambung dengan BRT yang lokasinya tidak jauh dari sini. Dengan begitu, warga Jakarta yang gunakan kendaraan umum bisa berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain”.

Selain itu, juga menekankan agar setiap moda transportasi yang dibangun, baik LRT, MRT, maupun BRT, mampu memunculkan interaksi antar warga.

Dan ini dari awal kita sampaikan bahwa alat transportasi lebih dari sekedar memindahkan badan atau penduduk, tapi ini adalah alat interaksi antar warga. Karena itu LRT, MRT, BRT rancangannya, termasuk stasiunnya, haltenya, itu harus memungkinkan munculnya interaksi antarwarga, katanya.

Dalam kesempatan ini, Anies meninjau pelaksanaan uji operasi LRT Jakarta, sebelum selesainya masa uji moda transportasi tersebut pada 14 September tahun ini.

“Setelah uji coba terbatas LRT tahap I berakhir pada 14 September, kami mengagendakan evaluasi dan fokus untuk kemajuan selanjutnya,” ujar Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono, di Jakarta, Rabu.

Sejak terbitnya surat prinsip pelaksaan uji operasi terbatas LRT Jakarta dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, ini untuk pertama kalinya Anies mencoba moda transportasi proyek PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tersebut.

LRT Jakarta telah mengantongi surat prinsip tidak keberatan atas uji operasi terbatas dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang mengacu pada beberapa hal, salah satunya adalah Surat Rekomendasi Teknis Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI tentang rekomendasi keselamatan untuk pelaksanaan uji operasi LRT Jakarta pada 28 Agustus lalu.

Selain itu, Koordinator Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional, David Tjahjana yang juga datang pada uji operasi terbatas LRT Jakarta ingin memberi masukan untuk menjadikan LRT Jakarta sebagai layanan yang ramah terhadap disabilitas

Dalam masa uji operasi, fasilitas untuk penyandang disabilitas masih dalam pembangunan.

Sebelumnya, operasional dalam rangka uji coba LRT antara Stasiun Velodrome hingga Stasiun Mal Kelapa Gading telah berlangsung selama 30 hari kalender yaitu 21 Agustus hingga 20 September 2018.

Operasional terbatas yang dimaksud adalah penumpang yang diangkut merupakan undangan dan bukan masyarakat umum. 

 

Ant/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment