Koran Jakarta | July 18 2019
No Comments

Lorenzo Tak Dijatuhi Sanksi

Lorenzo Tak Dijatuhi Sanksi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Meskipun menjadi penyebab terjadinya kecelakaan beruntun pada GP Catalunya, Jorge Lorenzo tidak dijatuhi sanksi.

CATALUNYA - MotoGP me­mastikan tidak menjatuhkan sanksi kepada pembalap Rep­sol Honda, Jorge Lorenzo, usai menjadi penyebab kecelakaan beruntun pada GP Catalunya 2019, Minggu (16/6). Jatuhnya Lorenzo yang menyebabkan duo Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales dan Valen­tino Rossi serta pembalap Mis­sion Winnow Ducati, Andrea Dovizioso gagal finis itu meru­pakan murni kecelakaan.

Lorenzo sempat mendapat sorotan usai MotoGP Catalu­nya 2019. Aksi juara dunia tiga kali MotoGP itu pada tikungan ke-10 berujung pada terjadin­ya kecelakaan yang melibat­kan tiga pebalap top MotoGP gagal melanjutkan balapan.

Kejadian tersebut tentu tak lepas dari pengamatan FIM Stewards yang dipimpin man­tan juara dunia kelas 500cc Freddie Spencer. Seperti diku­tip dari Autosport, pihak yang memiliki wewenang untuk menghukum pebalap itu me­mutuskan tidak akan melan­jutkan kasus tersebut.

Dalam penyelenggaraan MotoGP, Stewards kini memi­liki peran sebagai penghukum dan menganalisis balapan termasuk perilaku pembalap yang pantas mendapat sanksi.

Sedangkan Race Direction tidak lagi menjalani fungsi se­bagai pemberi sanksi karena sudah terlalu sibuk dalam me­ngelola balapan.

Sebelumnya Vinales dan Dovizioso, yang menjadi kor­ban dari Lorenzo, ber­harap pebalap Repsol Honda itu mendapat hukuman. Start dari po­sisi paling belakang di MotoGP Belanda yang akan berlangsung 30 Juni menjadi sanksi opsi yang dicetuskan Vinales.

Pebalap Yamaha itu me­nilai Lorenzo layak dihukum lantaran tindak tanduk yang dilakukan kompatriotnya di MotoGP Catalunya turut memengaruhi perburuan gelar juara yang melibatkan Dovizioso dan Marc Marquez.

Selain dukungan dari Vi­nales dan Dovizioso kepada pihak MotoGP untuk men­ghukum Lorenzo, ada pula Marquez dan Cal Crutchlow yang menilai Lorenzo tidak pantas diberi penalti lantaran terjatuh dan mengakibatkan pebalap lain ikut celaka.

Selain minta maaf melalui media, Lorenzo berusaha ber­temu langsung Rossi, Vinales, dan Dovizioso usai balapan. Namun, pebalap 32 tahun itu hanya mampu bertemu lang­sung dengan Dovizioso.

Dikutip dari AS, Lorenzo bersama direktur tim Repsol Honda Alberto Puig awalnya mendatangi garasi Yamaha untuk bertemu Rossi dan Vi­nales. Namun, mantan pe­balap Ducati dan Yamaha itu gagal bertemu karena Rossi dan Vinales sudah meninggalkan garasi.

Lorenzo dan Puig hanya bertemu Direk­tur Tim Yamaha Massimo Meregalli. Ketegangan sem­pat terjadi, namun Meregalli menerima permintaan maaf Lorenzo.

Lorenzo kemudian ber­temu Dovizioso dan Direktur Tim Ducati Gigi Dall’Igna di garasi Ducati. Perdebatan ter­jadi karena pihak Ducati men­ganggap Lorenzo merusak peluang Dovizioso mendekati Marquez di puncak klasemen.

Setelah terjadi perdebatan, Dovizioso dan Dall’Igna te­tap menerima permintaan maaf Lorenzo. Usai dari garasi Ducati, Lorenzo kembali ke garasi Yamaha untuk bertemu dengan Rossi dan Vinales. Na­mun Lorenzo hanya bertemu teknisi Vinales, Esteban Gar­cia, dan pelatih Rossi, Edalio Gavira.

Rossi sendiri hanya bisa pasrah dan memaafkan Lo­renzo. The Doctor mengang­gap insiden di tikungan sepu­luh itu murni kecelakaan. “Hal seperti ini bisa terjadi dalam balapan. Lorenzo membuat kesalahan dan saya dengar dia mendatangi garasi untuk minta maaf, tapi saya tidak ada di sana,” ujar Rossi.

Untungkan Marquez

Kontroversi di MotoGP Catalunya 2019 menguntung­kan rekan setim Lorenzo, Marc Marquez, yang akhirnya menang. Marquez kini unggul 37 poin atas Dovizioso di pun­cak klasemen MotoGP 2019. Marquez kini mengumpulkan 140 poin.

“Hari ini keberuntungan untuk kami, dan kesialan un­tuk yang lain. Hari ini saya sela­mat dari kecelakaan, dan saya bisa mendapatkan 25 poin. Saya harus jujur kecelakaan membantu saya balapan den­gan lebih nyaman jika diban­dingkan dengan Dovi, Vinales, dan Rossi berada di trek,” kata Marquez. Ant/S-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment