Koran Jakarta | May 27 2019
No Comments
Sistem Pembayaran

LinkAja Syariah Segera Terbentuk

LinkAja Syariah Segera Terbentuk

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pemerintah melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) memperluas cakupan sistem pembayaran digital milik BUMN yang sudah terkonsoli­dasi, LinkAja, ke sistem pem­bayaran syariah. Perluasan itu merupakan salah satu dari beberapa inisiatif dari peta ja­lan pengembangan ekonomi syariah.

“Terkait platform ekonomi digital, selain kerja sama e-commerce kita juga akan kerja sama dengan pemilik Lin­kAja untuk mendirikan Lin­kAja syariah bersama empat pemilik bank syariah,” kata Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Sya­riah (KNKS) Ventje Rahardjo Soedigno dalam peluncuran Rencana Induk Ekonomi Syraiah di Jakarta, Selasa (14/5).

Sebagai informasi lima anggota LinkAja yakni PT Bank Mandiri Persero Tbk, PT Bank Negara Indonesia Per­sero Tbk, PT Bank Rak­yat Indonesia Persero Tbk, PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk bersa­ma PT Fintek Karya Nusantara se­pakat akan membentuk wadah pem­bayaran digital dan uang elektronik yang dikelola secara syariah pada Agustus 2019.

Komitmen LinkAja un­tuk pembentukan alat pem­bayaran syariah itu tertuang dalam nota kesepahaman saat peluncuran Rencana Induk Ekonomi Syariah yang dipim­pin langsung Presiden Joko Widodo.

Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Indus­tri Halal KNKS Afdhal Aliasar mengatakan bahwa LinkAja syariah sudah berdiri, alat pembayaran digital itu akan memfasilitasi masyarakat un­tuk berniaga daring (e-com­merce), transaksi perbankan dan pembayaran untuk keg­iatan keagamaan seperti zakat dan wakaf.

“Kita harapkan LinkAja Sya­riah menjadi sistem pem­bayaran digital yang mampu mendukung ekosistem digital eko­nomi syariah yang ter­hubung dengan sistem perda­gangan e-commerce, produk keuangan syariah, pariwisata halal serta juga melayani tran­saksi dana sosial keagamaan, seperti infak, zakat dan wakaf dengan masjid-masjid dan lembaga zakat di seluruh In­donesia,” katanya.

Dia menargetkan pendirian LinkAja Syariah akan terealisasi pada Agustus 2019.

Penguatan Modal

Selain itu, pemerintah me­lalui KNKS akan mendorong penguatan modal perbankan syariah, dengan menargetkan satu bank syariah akan berada dalam jajaran 10 bank den­gan aset terbesar di Indone­sia. Adapun saat ini, 10 bank beraset terbesar di Indonesia masih dikuasai jajaran bank konvensional, dengan yang tertinggi adalah PT Bank Rak­yat Indonesia Persero Tbk (BRI) sebesar 1.279 triliun ru­piah.

Seperti diketahui, aset per­bankan syariah di Indonesia hingga akhir 2018, masih ber­kutat di 5,91 persen dari total aset perbankan di Indonesia. Total aset bank syariah hingga akhir 2018 sebesar 477,33 tri­liun rupiah dari total aset per­bankan secara nasional yang mencapai 8.068,35 triliun rupiah. bud/Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment