Koran Jakarta | October 16 2018
No Comments
Perundungan Anak

Lingkungan Sekolah di Bandung Harus Nyaman

Lingkungan Sekolah di Bandung Harus Nyaman

Foto : ISTIMEWA
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.
A   A   A   Pengaturan Font

BANDUNG – Para guru di Kota Bandung, Jawa Barat, di­minta untuk menjadikan se­kolah sebagai tempat yang nyaman. Saat di sekolah, anak harus serasa seperti di rumah.  

“Ini tugas guru memastikan lingkungan sekolah itu nyaman. Karena sekolah itu penggan­ti rumah. Rumah itu nyaman maka namanya murid harus dibawa nyaman,” ujar Wali Kota Bandung, Ridwan, di halaman Gedung Sate, Minggu (2/9).

Ridwan ingin agar kepala sekolah dan guru membagi pe­ran sehingga memberikan rasa nyaman bagi para siswa. “Tugas kepala sekolah dan guru-guru membuat nyaman seperti nya­man di rumah. Kedua, guru itu menggantikan orang tua,” kata­nya menanggapi kasus perun­dingan yang terjadi pada anak sekolah dasar di Kota Bandung yang viral di media sosial.

Seperti halnya orang tua, para guru juga memiliki fungsi pengawasan. Orang tua ber­tanggung jawab untuk meng­awasi anak dan memperha­tikan perilaku anak dengan cara-cara yang baik dan ino­vatif. “Jadi, para guru dan kepa­la sekolah jangan membiarkan murid berinteraksi 100 persen tanpa pengawasan. Harus ada rambu-rambu, ada cara-cara canggih,” katanya.

Oleh karena itu, dia me­nyayangkan telah terjadi pe­ristiwa perundungan yang berlangsung di sekolah. Dia menganggap perundungan sebagai salah satu bentuk ke­kerasan verbal yang tidak se­patutnya terjadi. “Tidak boleh siapa pun melakukan kekeras­an verbal,” tegasnya.

Terhadap peristiwa itu, dinas terkait telah melakukan serang­kaian penanganan untuk men­cegah hal serupa terjadi kem­bali di Kota Bandung. Selain itu, penanganan juga dilakukan agar anak dapat kembali be­raktivitas seperti biasa. “Saya tugaskan lewat Kepala Dinas Pendidikan sesuai tugas pokok dan fungsinya,” ujarnya.

Langsung Ditangani

Seperti diketahui, kasus perundungan anak terjadi di SDN 023 Pajagalan, Kota Ban­dung. Kejadian perundungan yang berlangsung pada Selasa, 2 Agustus 2018, itu langsung mendapatkan penanganan dari pihak berwenang.

Kepala SDN 023 Pajagalan, Dante Rigmalia, mengungkap­kan setelah mengetahui ada peristiwa tersebut langsung berkomunikasi dengan orang tua siswa, baik korban maupun pelaku. Kepada mereka, dia te­lah meminta maaf dan berjanji akan menangani kasus ini se­baik-baiknya.

Dante juga telah memang­gil orang tua pelaku untuk menjelaskan perkembangan kasus dan mengoordinasikan langkah-langkah penangan­an. Orang tua pelaku pun telah meminta maaf atas peristiwa yang terjadi.

Dia juga melakukan media­si antara orang tua korban dan pelaku. Setelah melalui media­si, para orang tua bersepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pember­dayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bandung, Lenny Herlina, mengapresiasi pena­nganan oleh sekolah. Menurut­nya, sekolah telah mengambil langkah yang tepat dan cepat.

“Kepala sekolahnya bagus, sangat peduli untuk melaku­kan berbagai upaya penangan­an. Beliau sudah berkirim su­rat ke Pak Kadis (DP3APM) minta untuk ada sosialisasi,” ujar Lenny. tgh/E-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment