Koran Jakarta | January 17 2017
No Comments

Lima Stadion Jabar untuk Asian Games 2018

Lima Stadion Jabar untuk Asian Games 2018

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Provinsi Jawa Barat juga siap menjadi tempat pelaksanaan pertandingan cabang olahraga lainnya untuk Asian Games 2018, seperti cabang olahraga sepeda BMX.

Provinsi Jawa Barat juga siap menjadi tempat pelaksanaan pertandingan cabang olahraga lainnya untuk Asian Games 2018, seperti cabang olahraga sepeda BMX.

Bandung – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menuturkan lima stadion sepak bola di Provinsi Jawa Barat akan dipakai untuk pelaksanaan cabang olahraga sepak bola pada ajang Asian Games 2018.

“Jadi dalam rapat 5th Olym­pic Council of Asia (OCA) Co­ordination Meeting yang di­pimpin oleh Ketua OCAdan Menko PMK Ibu Puan Maha­rani di Jakarta kemarin, lahir kepastian bahwa sejumlah venue di Jabar akan menggelar cabang olahraga Asian Games,” kata Iwa Karniwa, di Bandung, Kamis, (15/12).

Kelima stadion yang dipu­tuskan sebagai lokasi pertan­dingan cabang olahraga sepak bola Asian Games 2018, kata Iwa, ialah Stadion Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi, Patriot Kota Bekasi, Jalak Harupat Kabupaten Ban­dung dan GBLAKota Bandung.

“Kemudian untuk laga fi­nalnya, belum ada informasi, sementara keputusannya itu. Kami menyatakan siap meng­gelar Asian Games,” kata Iwa.

Selain itu, lanjut dia, Pro­vinsi Jawa Barat juga siap menjadi tempat pelaksanaan pertandingan cabang olahraga lainnya untuk Asian Games 2018, seperti cabang olahraga sepeda BMX.

“Lalu ada juga untuk cabang paralayang Asian Games akan digelar di Gunung Mas, Bogor,” kata Iwa.

Iwa mengatakan pada awal­nya Kabupaten Sumedang yang pada PON2016 lalu menggelar cabang tersebut diajukan na­mun karena pertimbangan jarak, waktu tempuh dan ako­modasi maka venuenya ber­ganti ke Bogor. Lebih lanjut ia mengatakan dalam rapat terse­but Provinsi Jabar tidak terlalu mendapat banyak catatan dari OCAkarena dinilai sudah sa­ngat siap.

“Dan catatan dari cabang olahraga pun menurutnya minim, karena OCAlebih ba­nyak menyoroti kesiapan di DKI dan Palembang. Berdasar­kan hasil evaluasi OCA, venue di Jabar tidak mengalami ken­dala,” kata dia.

Sementara itu, terkait ang­garan, Iwa mengaku masih akan ada rapat teknis yang di­lakukan pemerintah. Karena venue di Jabar sudah siap di­gunakan, maka menurutnya tidak akan ada anggaran besar dikucurkan.

“Namun kami menyatakan siap menyusuaikan jika ada hibah dari pusat. Dan sampai saat ini juga belum ada ang­garan yang menjadi beban APBD,” kata Iwa.

Hanya Setengah

Sementara itu, Panitia Pe­nyelenggara Asian Games (INASGOC) punya tugas be­rat mencari dana penyeleng­garaan Asian Games. Pasalnya pemerintah hanya bisa mem­bantu setengahnya. Anggaran persiapan Asian Games yang awalnya direncanakan 8,6 tril­iun rupiah, kini hanya disetujui sekitar 50 persen atau sekitar 4,3 triliun rupiah.

Dana awal, yang akan dic­airkan adalah sekitar 500 mil­iar rupiah, di mana sekitar 70 miliar rupiah akan diambil un­tuk uang muka test event.

“Apakah 2017 bisa cair 2 triliun rupiah itu tergantung dari pemerintah. Tetapi yang pasti di awal tahun katanya ada pencairan 500 miliar rupiah, fungsinya untuk DP venue opening dan closing ceremony, lalu sewa venue, DP broadcast dan IT,” ujar Erick .

“Tapi untuk awal Desember mungkin Rp 51 miliar dulu ka­rena ada pengetatan anggaran dari pemerintah,” sambungnya.

Untuk menutupi keku­rangan dana, Erick akan me­lakukan berbagai macam usaha seperti mencari anggaran lagi dari sponsor, plus tentunya memotong anggaran untuk se­jumlah event.

“Kembali kita harus cut cost broadcasting yang misalnya ta­dinya akan live 498 event dari 41 cabor, nanti akan live 50 per­sennya. Atau mungkin waktu test Asian Youth Games (seka­rang menjadi test event) tadi­nya bujetnya hampir 400 miliar rupiah, kita cut menjadi 100 miliar rupiah. Karena kondisi anggaran negara yang meng­alami pengetatan, jadi kita ha­rus ketat juga,” papar Erick.

Terkait dengan calon spon­sor, Erick mengatakan saat ini panitia harus kejar sponsor juga. Perusahaan Korea Sela­tan, SSangYong sudah tanda tangan. Selain itu saat ini ada tiga perusahaan Tiongkok dan dua perusahaan Jepang siap menjadi sponsor. Yang lain­nya , dengan broadcast nanti dibayar beberapa kontrak dan tinggal tanda tangan saja.

“ Ini broadcast kan ting­gal menunggu dari Olym­pic Council of Asia) ter­kait harus dikirim ke mana.Saya mengharapkan akhir ta­hun ini bisa beres semua. Ka­rena kalau tidak akan mundur lagi dan alhamdullilah Presi­den RI sangat concern, buktin­ya beliau sudah meninjau GBK. Berarti kan sangat serius.” tgh/ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment