Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Prospek 2019

Likuiditas Perbankan Berpotensi Mengetat

Likuiditas Perbankan Berpotensi Mengetat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Likuiditas per­bankan diperkirakan kian mengetat pada 2019 setelah masa penguncian atau lock up dana repatriasi amnesti pajak di perbankan dalam negeri usai pada pertengahan tahun depan.

Prediksi pengetatan tersebut menjadi salah satu fokus dari berbagai risiko yang perlu diantisipasi Bank Indo­nesia dan pemerintah pada 2019.

“Pertengahan 2019, periode lock up dana repatriasi amnes­ti pajak sudah habis. Jadi ada banyak tantangan terutama terkait likuiditas,” ujar Eko­nom Bank Danamon, Wisnu Wardana dalam kajiannya yang disampaikan di Jakarta, Kamis (6/12).

Wisnu mengaku mende­ngar BI dan OJKsedang me­nyiapkan instrumen penam­pungan dana amnesti pajak setelah periode lock up usai. Hal itu ditujukan agar tidak terjadi dana keluar yang bisa memperketat likuiditas per­bankan.

Instrumen tersebut, kata Wisnu, perlu segera dike­luarkan agar pemilik dana repatriasi dapat melakukan penyesuaian untuk menyim­pan dananya tetap di dalam negeri. “Perlu juga ada insentif untuk allowance, agar mereka mau menyimpan dana itu di dalam ya,” ujar Wisnu.

Selain itu, kata Wisnu, tantangan terhadap kondisi likuiditas perbankan juga timbul karena Kementerian Keuangan berkomitmen un­tuk lebih banyak menerbitkan obiligasi ritel.

Karakteristik surat utang untuk segmen ritel tersebut ternyata sangat digemari oleh investor pemula dari kalangan milenial, terbukti dengan pe­nawaran obligasi ritel yang laku keras pada tahun ini de­ngan mayoritas investor dari kalangan anak muda.

“Tapi buat di perbankan, jadi ada tantangan juga ya, ka­rena dana untuk beli obligasi itu kan biasanya dari deposito perbankan juga,” ujar dia.

Pada 2019, Wisnu memper­kirakan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) hanya tumbuh delapan persen (yoy), atau lebih lambat dari progno­sa 2018 yang sebesar 8,2 per­sen (yoy).

Rasio Kredit

Likuditas memang menjadi fokus risiko bagi industri per­bankan saat ini. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Sim­panan (LPS), kredit yang masih tumbuh lebih tinggi daripada Dana Pihak Ketiga membuat rasio kredit terhadap DPK(Loan to Deposit Ratio/ LDR) mencapai 94 persen pada akhir triwulan III-2018.

Adapun, dalam program amensti pajak pada Juli 2016, bank bertindak sebagai pintu masuk (gateway) yang mene­rima dana repatriasi wajib pajak (WP). Dana repatriasi amnesti pajak yang masuk ke sistem perbankan akan berada dalam periode lock up dengan jangka waktu tiga tahun. Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment