Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments

Lezat dan Unik Kue Legendaris

Lezat dan Unik Kue Legendaris

Foto : Istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Dari Sabang sampai Merauke, dari setiap kota di seluruh Indonesia pasti memiliki jajanan tradisional masing-masing.

Berbicara kuliner lokal, maka yang ada di benak adalah jajanan jaman dulu. Menu ini tentu tidak bisa dilepaskan dengan kudapan atau jajajan pasar tradisional yang melegenda. Meski saat ini sudah jarang ditemui, tetapi pada perayaan perayaan tertentu, biasanya muncul kembali.

Sebut saja gurandil, cenil, tiwul, getuk, lemper, klepon, kue putu, nagasari, lemper, lupis dan lain-lain. Harganya cukup murah, namun soal rasa ditanggung tak kalah meriah.

Jenis makanan itu, hanya representasi kecil jajanan tradisional yang terdiri dari ribuan jajanan tradisional Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, dari setiap kota pasti memiliki jajanan tradisionalnya masing-masing.

Sebenarnya kue-kue tradisional ini, biasanya kita jumpai di pasar. Kerap disebut dengan kue-kue subuh, karena dijual di pasar pada saat subuh. Tetapi, untuk jenis kue tertentu hanya bisa dijumpai kalo dipesan untuk perayaan atau syukuran.

Klepon misalnya. Kue yang berasal dari ketan yang didalamnya diisi gula merah legit dan dibalut kelapa ini, sangat menggoda. Bentulnya bulat dan mungil, sekali suap akan lumer di mulut. Wow sedapnya!.

Ada juga lupis yang sama sama terbuat dari beras ketan. Olahan ini akan diiris kecil lalu dilumuri dengan gula jawa sebagai pemanis, yang orang Jawa menyebutnya dengan nama juruh. Parutan kelapa juga ditaburkan sebagai toping untuk memperlezat hidangan.

Dahulu Lupis berbentuk lingkaran seperti irisan lontong, namun kini jajanan pasar ini banyak disajikan dalam bentuk segi tiga.

Ada lagi cenil. Jajanan pasar yang terbuat dari pati ketela pohon itu dibentuk bulat kecil dan diberi warna-warni menarik seperti merah, hijau, putih. Cenil biasanya disajikan dengan parutan kelapa dan ditaburi gula pasir di atasnya.

Satu lagi misalnya Tiwul. Penganan tradisional yang berasal dari daerah Gunungkidul yang juga cukup melegenda.

Bahkan jajanan ini yang menginspirasi maestro Campur Sari, Manthous untuk menciptakan lagu populer berjudul ‘Tiwul Gunungkidul’.

Tiwul berbahan dasar ketela pohon yang dikeringkan lalu ditumbuk kemudian dikukus. Tiwul sering disajikan berpasangan dengan Gatot yang ditaburi parutan kelapa. Masyarakat Gunungkidul dahulu sering menjadikan Tiwul sebagai makan pokok menggantikan beras.

Yang saat ini hampir sering dijumpai adalah lemper. Sejenis lontong namun biasanya terbuat dari ketan dan berisi abon atau suwiran daging ayam. Kini kita lebih sering menemukan lemper yang dibungkus plastik daripada daun pisang.

Jajanan pasar juga telah menjadi menu wajib saat acara-acara tertentu. Di pesta atau syukuran rumah, kantor atau pembukaan toko, biasanya jajanan tradisional ini disajikan dalam satu tampan. Ukurannya dimuat kecil kecil yang imut, dengan aneka warna yang menggoda. yun/E-6

Mengandalkan Olahan Tepung Beras dan Ketan

Bila ditanya asal usul kue tra­disional Indonesia ini, akan banyak cerita yang terungkap. Misalnya, karena kue-kue ini sering dijajakan di pasar, maka dikenal juga dengan istilah jajanan pasar.

“Disebut jajajan pasar karena kue ini memang awalnya lebih banyak dijual di pasar tradisional,” kata Ucu Sawitri, Membership Coordinator Ikatan Praktisi Kuliner Indonesia.

Dia bercerita, awalnya jajajanan pasar lebih banyak dijual di daerah pelabuhan. Sebab pelabuhanlah yang pertama menjadi pusat per­niagaan. Ini merupakan awal dari akulturasi tak terkecuali makanan.

Menurut Ucu, jajanan pasar di Indonesia banyak mendapat penga­ruh dari pedagang-pedagang asal Tiongkok.

Pengaruh budaya Tiongkok ini terlihat dari karakteristik kue tradisional Indonesia yang banyak menggunakan olahan tepung beras dan ketan. Sehingga adonan jajanan pasar ini, juga sedikit banyak dipengaruh adonan resep asal Tiongkok.

Sedangkan yang menggunakan terigu, terpengaruh budaya barat atau penjajah karena Indonesia bu­kan menghasil gandum.

Sementara kue asli Indonesia banyak menggunakan tepung pati yang memanfaatkan umbi-umbian. “Kue asli Indonesia setiap bahannya memiliki arti tertentu,” imbuh Ucu.

Dia mencontohkan, penggunaan ketan melambangkan budaya kumpul. Pasalnya gluten ketan yang tinggi menyebabkan butiran satu dengan yang lain menjadi lengket. Itu menandakan keterikatan dan hubungan yang cukup dekat.

Ada juga kue rasa manis, yang lebih mengartikan perkumpulan bersama kerabat atau sahabat yang menimbulkan momen indah yang manis. Karena itu, tak heran bila jajanan pasar ini menjadi hidangan langganan di acara-acara kebersa­maan, seperti kenduri, syukuran atau perayaan lainnya. yun/E-6

Resep Kue Klepon

Dari sekian banyak kue atau jajanan tradisional Indone­sia, nama klepon pasti akan selalu melekat. Rasa yang memikat dan bentuk yang khas, menjadikan dua kudapan ini selalu difavoritkan pecinta kuliner tradisional.

Kue ini juga ternyata sangat mu­dah membuatnya di rumah. Jadi tak harus mencari cari di pasar, Anda pun bisa membuatnya sendiri.

Seperti dilansir dari laman resep dan masakan, bahan utama pem­buatan klepon biasanya menggu­nakan tepung beras ketan atau bisa juga menggunakan tepung ubi.

Bahan-bahannya:

- 250 gram tepung beras ketan

- Pasta pandan secukupnya

- 150 ml Air

- 1 sendok teh garam halus

- 1 butir Kelapa

- Bahan Isian:

- Gula merah secukupnya

- Gula pasir secukupnya

- 1 liter Air

Cara Pembuatan :

  1. Campur tepung beras ketan dan tepung beras putih, air, garam dan pasta pandan. aduk rata. Setelah adonan diuleni, gula merah disisir halus untuk isian.
  2. Ambil sedikit adonan, pipihkan, beri sedikit gula merah. Lalu rapatkan dan bentuk bulat menyerupai bola.
  3. Masak air sampai mendidih, lalu celupkan bola-bola klepon, biarkan sampai matang dan mengapung.
  4. Angkat setelah matang. Langsung gulingkan dalam kelapa parut kukus yang sudah dibubuhi garam dan gula pasir.
  5. Kue klepon siap disajikan. yun/berbagai sumber/E-6

Lemper Ketan Isi Ayam

 Bahan Utama :

- 200 gram beras ketan yang sudah direndam selama 1 jam

- 1 batang serai

- 1 lembar daun salam

- 125 ml santan yang diambil dari 1/4 butir kelapa

- 3/4 sendok teh garam

- Daun pisang secukupnya

Bahan Isi :

- 2 buah paha ayam atas bawah

- 1 batang serai

- 500 ml air

- 3/4 sendok teh garam

- 2 lembar daun salam

- 1/4 sendok teh merica bubuk

- 1/2 sendok teh gula pasir

- 100 ml santan yang diambil dari 1/4 butir kelapa

Bumbu Halus :

- 4 siung bawang putih

- 1 sendok teh ketumbar

- 6 butir bawang merah

- 3 butir kemiri yang sudah disangrai

Cara Membuat :

  1. Pertama, siapkan panci yang akan digunakan untuk merebus ayam. Lalu masukan air secukupnya ke dalam panci tersebut.
  2. Simpan panci tersebut di atas kompor menyala. Rebus air sampai mendidih. Jika air sudah mendidih, masukan ayam yang sudah anda siapkan. Rebus ayam sampai benar-benar matang.
  3. Jika ayam sudah matang, angkat dan tiriskan. Lalu suwir-suwir daging ayam tersebut dan ukur kaldunya 250 ml.
  4. Setelah itu, haluskan semua bumbu halus seperti yang sudah ditentukan di atas. Lalu campurkan ayam yang sudah disuwir-suwir dengan bumbu halus, serai yang sudah dimemarkan bagian putihnya, daun dalam, merica bubuk, gula pasir dan garam. Kemudian, aduk sampai bumbu merata dengan ayam.
  5. Selanjutnya, tuangkan air kaldu. Lalu masak sampai mendidih.
  6. Tuangkan santan. Lalu masak sampai meresap.
  7. Setelah itu, dinginkan.

Cara Membuat Kulit :

  1. Kukus ketan yang sudah anda siapkan kurang lebih 20 menit sampai ketan dirasa cukup matang. Jika sudah matang, angkat.
  2. Selanjutnya, rebus santan, daun salam, serai dan garam hingga mendidih. Jika sudah, anda bisa langsung mematikan api kompor.
  3. Kemudian, tambahkan beras ketan yang sudah dikukus. Lalu masak sampai meresap.
  4. Setelah itu, angkat dan kukus selama kurang lebih sekitar 30 menit sampai benar-benar matang.

Cara Membuat Lemper Ketan :

  1. Ambil sedikit ketan atau adonan kulit. Lalu pipihkan.
  2. Beri isi ketan tersebut. Lalu bentuk lonjong atau sesuai dengan selera anda.
  3. Setelah itu, bungkus dengan menggunakan daun pisang. Lakukan langkah yang sama sampai semua bahan-bahan habis.
  4. Selanjutnya, anda bisa langsung menyajikan atau menghidangkan lemper buatan sendiri tersebut pada piring atau tempat saji yang disiapkan.
  5. Lemper ayam pun siap dihidangkan. yun/berbagai sumber/E-6
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment