Koran Jakarta | March 25 2017
No Comments

Lebih Akurat dengan "Big Data Analytic"

Lebih Akurat dengan

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

‎Dulu konsultan pemasaran sangat diperlukan dalam membuat strategi dan menganalisa hasil pemasaran. Namun kini pada era digital dengan lahirnya big data dan mesin analitik (analytic), maka peran konsultan pemasaran menjadi sedikit tergusur. 

Dengan mesin analytic yang memproses big data, membuat seseorang dapat memahami perilaku dan konteks. Big data analytic mampu membuat keputusan menjadi akurat, cepat, sederhana, dan terjangkau. Saat ini analitik menjadi tambang emas bagi pemasar, dalam melakukan promosi tepat sasaran. Tidak heran kemudian banyak yang ingin bermain dalam bisnis ini karena memang menjanjikan keuntungan.

Salah satu start up yang kini bermain pada area analitik adalah  CHARM singkatan dari Customer Handling, Analytic and Relationship Management. CHARM‎ melakukan rebranding melalui peluncuran produk analitik Kazee. Startup asli Indonesia ini bekerja sama dengan PT. Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) dalam meluncurkan mesin analitik Kazee. 

Kazee sebagai evolusi dari CHARM merupakan platform yang dikembangkan dengan tujuan untuk melakukan analisis berbagai media seperti media sosial, forum, media berita, dan media online lainnya. “Kazee sendiri berasal dari kata bahasa Indonesia yaitu kata “kaji” yang bermakna analisis, memahami atau mengetahui lebih lanjut,” ujar Founder Kazee Ariya.

Kazee dengan motonya ‘media analytics is easy’ bermaksud untuk membantu perusahaan melakukan analisis berbagai media dengan lebih mudah dan murah. Pelucuran Kazee, kata Ariya, merupakan sebuah sinyal dan langkah awal yang menyatakan bahwa Kazee siap bersaing dengan berbagai perusahaan media analytics lainnya di Indonesia maupun di kancah global. 

Kazee hadir untuk melakukan disrupsi pasar media analytics di Indonesia.  Dan dengan model bisnis media analytics as a service yang pertama di Indonesia, yaitu layanan berlangganan analisis media sesuai kebutuhan. Keunggulan yang ditawarkan Kazee adalah perusahaan dapat menentukan sendiri harga dan fitur yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan.

Menurut Strategy & Business Development General Manger Lintasarta, Teddy Sis Herdianto, Kazee, adalah salah satu startup terbaik program Lintasarta Appcelerate 2016 yang diadakan Lintasarta dan LPIK ITB. Dengan soft launching, brand Kazee ini bertujuan untuk memperkenalkan platform media analytics kepada pelaku bisnis baik B2B maupun Pemerintah. Walaupun baru diluncurkan, saat ini Kazee telah digunakan oleh beberapa perusahaan baik BUMN, swasta, dan pemerintah kota untuk uji coba.

“Kami bangga karena Kazee merupakan karya anak bangsa salah satu pemenang Appcelerate 2016, memberikan solusi analytics data untuk kebutuhan di industri. Melalui kerja sama dengan perusahaan rintisan Lintasarta dan LPIK ITB ini, merupakan salah wujud kontribusi Lintasarta terhadap program pemerintah dalam memajukan ICT di Indonesia”, ujar Teddy.

Kazee saat ini masih terus dikembangkan dan telah tersedia aplikasi Kazee versi mobile untuk Android. Kedepannya Kazee akan mengembangkan aplikasi mobile versi iOS dan siap untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang bermain di pasar Big Data Analytics hay/E-6 

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment