Koran Jakarta | June 18 2019
No Comments
Sarana Bandara

Landasan Pacu III Soekarno-Hatta Beroperasi Juni

Landasan Pacu III Soekarno-Hatta Beroperasi Juni

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Perkembangan pembangun landasan pacu (runway) III Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, telah mencapai 70 persen. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai dan dioperasionalkan Juni 2019.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Angkasa Pura II yang sudah mulai memikirkan peningkatan kapasitas dengan membangun runway III dan beberapa hal penunjang operasional bandara. Semua pembangunan ini sangat membantu untuk memperlancar penerbangan nasional mengingat sebagian besar penerbangan dilakukan di bandara ini,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti, dalam keterangan yang diterima Koran Jakarta, Minggu (17/2).

Ia menambahkan, dalam pembangunan landasan pacu ini juga telah disiapkan east cross connected taxiway. Fasilitas ini digunakan untuk menghubungkan landasan pacu I dan II (sisi selatan dan utara) sehingga mempercepat pergerakan pesawat di bandara. Saat ini, Bandara Soekarno-Hata sudah memiliki fasilitas west cross connected taxiway.

Polana juga mengatakan untuk mendukung pengoprasian landasarn tersebut pengelola bandara juga membangun Airport Operation Control Center (AOCC) yang berada di dekat stasiun kereta bandara. AOCC ini dikembangkan oleh AP II untuk mendukung Bandara Soekarno-Hatta sebagai smart connected airport.

“Nantinya, AOCC mengintegrasikan pengelolaan sumber daya di Bandara Soekarno-Hatta agar beroperasi secara efektif dan efisien sehingga mengakomodir terwujudnya keselamatan, keamanan, dan pemenuhan atas regulasi, serta pelayanan,” katanya.

Penutupan Jalan

Direktur Teknik dan Operasi PT Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo mengatakan untuk menjamin kelancaran pembangunan runway III, maka pihak yang berkoordinasi rencana penutupan jalan parimeter utara pada Maret 2019.

“Penutupan ini terkait pembangunan akses langsung dari dan menuju Cargo Village. Penutupan ini nantinya akan dilakukan sosialisasi pada masyarakat setempat sehingga dapat mengantisipasi dan tidak mengganggu transportasi mereka,” katanya.

Djoko juga menjelaskan bahwa terkait proyek ini, tanah yang dibebaskan mencakup wilayah Kota Tangerang yakni Kelurahan Selapajang Jaya dan Kelurahan Benda serta wilayah Kabupaten Tangerang yaitu Desa Bojong Renged, Desa Rawa Burung, dan Desa Rawa Rengas.  mza/P-5

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment