Koran Jakarta | April 26 2019
No Comments
Gejolak Global l Pergerakan Yen terhadap Dollar AS Terus Berada pada Tren Penguatan

Lampu Kuning Penguatan Yen

Lampu Kuning Penguatan Yen

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Kinerja mata uang yen yang cenderung terus terapresiasi mengisyaratkan prospek perekonomian dunia makin melemah.

JAKARTA – Pergerakan mata uang Jepang, yen, diperkirakan akan terus menguat hingga akhir tahun ini. Apresiasi tersebut dipengaruhi derasnya arus dana yang berbalik ke Negeri Matahari Terbit di saat dollar AS terus dibayangi depresiasi akibat pelemahan ekonomi dan normalisasi moneter Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui, investor Jepang cenderung menginvestasikan mayoritas simpanan mereka ke luar negeri. Namun, jika terjadi tekanan terhadap pasar keuangan global yang ekstrem, mereka akan membawa pulang dana tersebut. Kondisi tersebut bakal membuat yen terapresiasi.

Saat ini, kurs yen diperkirakan berada pada tren penguatan sejak awal tahun ini. Sejak awal pekan lalu, kurs yen menguat sekitar empat persen.

Sejumlah manajer investasi memperingatkan nilai tukar yen berpotensi menguat hingga level 100 yen per dollar AS jika penurunan kinerja perekonomian global terus berlanjut. Deutsche Bank memproyeksikan kurs mata uang Jepang itu akan mencapai 100 yen per dollar AS pada akhir tahun, sementara Russell Investments dan Credit Agricole memprediksikan level tersebut akan tercapai pada 2020.

“Ketika langkah flash crash sebagian besar telah memudar, kami pikir pendorong kekuatan yen jauh melampaui ini. Perubahan struktural pada perilaku investor Jepang, dari repatriasi ke peningkatan lindung nilai, akan mendukung penguatan yen tahun ini,” tulis Ahli Keuangan Deutsche Bank, George Saravelosz, dalam catatan penelitiannya, seperti dikutip dari laman resmi Bloomberg, Jumat (11/1).

Berbeda dengan Deutsche Bank, Russell Investments memperkirakan pergerakan mata uang Jepang akan menyentuh 102 yen per dollar AS pada akhir tahun ini. Namun, Russell tak menampik kemungkinan apresiasi yen bisa menyentuh level 100 yen per dollar AS tahun ini apabila gejolak global kian memburuk.

“Jika ada perlambatan parah di ekonomi AS dan pelaku pasar mengendus puncak suku bunga The Fed (bank sentral AS), level 100 (yen/dollar AS) akan sangat mungkin dicapai,” ujar Kepala Penelitian Mata Uang dan Pendapatan Tetap Russell Investments, Van Luu.

Sementara itu, Aset Investec menilai level penguatan yen hingga menyentuh 100 yen/ dollar AS merupakan posisi apresiasi yang sangat besar. Menurut Manajer Portofolio Aset Investec, Russell Silberston, hal ini menandai level tertinggi yang terlihat sejak 2016.

“Saya menduga untuk menembusnya dalam jangka pendek, kita perlu melihat kepanikan pasar yang lebih besar atau tindakan moneter sepihak dari Bank of Japan (BoJ), yang keduanya tampaknya tidak mungkin bagi saya,” ujarnya.

Tes Pertama

Dia menambahkan, tes pertama menjadi yang tertinggi baru-baru ini di sekitar 105. “Jika ini diterobos secara berkelanjutan, maka serangan pada 100 menjadi lebih memungkinkan pada pandangan analisis teknis murni,” ujarnya.

Manajer Investasi dari Janus Henderson Investors, Ryan Myerberg, memperkirakan tingkat apresiasi mata uang Jepang berikutnya yang terpantau adalah 108. Bahkan, setiap penutupan konsisten di bawahnya. Myerberg menambahkan dia mulai berpikir angka 110 akan menjadi level yang harus dipantau dan level itu tidak bertahan lama.

“Dalam perlambatan pertumbuhan global, The Fed menurunkan suku bunga, jenis volatilitas yang meningkat di dunia dan dengan mata uang semurah yen Jepang, 100 tampaknya tidak seperti peregangan,” katanya. SB/ang/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment