Koran Jakarta | May 27 2018
No Comments
Pertumbuhan Ekonomi - Pemerintah Prediksi Ekonomi Tumbuh Tak Lebih dari 5,01% pada Triwulan I

Laju Perekonomian Melambat

Laju Perekonomian Melambat

Foto : ANTARA/SIGID KURNIAWAN
KREDIT MENGGELIAT - Teller menunjukkan uang rupiah yang ditransaksikan di kantor pusat BNI, Jakarta, Senin (19/3). Bank Indonesia (BI) menyatakan penyaluran kredit perbankan pada Februari 2018 tumbuh delapan persen (tahun ke tahun/ yoy), meningkat dibandingkan pada Januari 2018 sebesar 7,4 persen.
A   A   A   Pengaturan Font
Kinerja sektor pertanian dan aktivitas kredit sepanjang triwulan I-2018 belum mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

 

Jakarta – Laju pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat memasuki periode tiga bulan pertama tahun ini. Pemerintah menilai pelambatan itu dipengaruhi penurunan kinerja sektor pertanian dan belum optimalnya penyaluran kredit oleh perbankan. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2018 tidak akan lebih tinggi dari capaian periode sama pada 2017 sebesar 5,01 persen.

Angka itu lebih rendah dibandingkan capaian pertumbuhan pada triwulan IV-2017 sabesar 5,19 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan salah satu alasan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2018 tidak lebih tinggi adalah karena adanya pergeseran masa panen dari Maret ke April, sehingga kontribusi sektor pertanian sedikit menurun dari periode triwulan I-2017.

“Tahun ini kayaknya April puncak panennya, sehingga mungkin saja (kontribusi) pertanian akan lebih lambat. Karena panennya justru keluar April, puncak panennya di triwulan II, bukan triwulan I, seperti tahun lalu,” jelas Darmin di Jakarta, Senin (19/3).

Menurut Darmin, masa panen yang bergeser dari Maret ke April, membuat pemerintah harus menyiagakan pasokan beras pada triwulan I-2018 agar harganya tetap stabil dan pasokannya terjaga, terutama untuk persiapan menjelang Puasa pada Mei 2018. “Sekarang saja harga beras belum turun, sehingga kita harus all out, supaya turun sebelum puasa. Kita harus ambil langkah satu atau dua minggu agar harganya kembali lagi,” ujar Darmin.

 

Kredit Belum Membaik

 

Selain itu, Darmin memperkirakan pertumbuhan kredit yang belum membaik pada triwulan I-2018 ikut berpengaruh terhadap kinerja lapangan usaha di berbagai sektor ritel dan kontribusi terhadap perekonomian pada periode ini. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lapangan usaha sektor pertanian tumbuh positif sebesar 7,12 persen pada triwulan I-2017 karena masa panen terjadi lebih cepat pada Maret 2017.

Pencapaian sektor pertanian ini lebih baik dari triwulan I-2016 yang hanya tumbuh 1,47 persen karena masa panen pada periode tersebut terganggu oleh adanya fenomena El Nino dan La Nina. Proyeksi serupa juga disampaikan Bank Indonesia (BI). Meskipun melambat, BI optimistis ekonomi triwulan I-2018 tumbuh lebih baik dibandingkan periode sama 2017.

Gubernur BI, Agus Martowardojo, menilai pendorong pertumbuhan pada triwulan I-2018 adalah kinerja dunia usaha dan juga berlanjutnya program-program pemerintah yang terindikasi dari meningkatnya laju impor untuk bahan baku sejak Desember 2017 hingga Februari 2018. “Sejak Desember pertumbuhan impor cukup tinggi dan banyak dikontribusi bahan baku. Kami perkirakan Februari 2018 itu neraca perdagangan masih defisit,” kata dia, pekan lalu. 

 

 

Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment