Lahan Kritis Mangrove Turun Jadi 1,19 Juta Ha | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Pelestarian Lingkungan

Lahan Kritis Mangrove Turun Jadi 1,19 Juta Ha

Lahan Kritis Mangrove Turun Jadi 1,19 Juta Ha

Foto : istimewa
Gerakan Nasional - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya (tengah) pada acara penanaman mangrove dalam rangka Gerakan Nasional Peduli Mangrove, Pemulihan Daerah Aliran Sungai, dan Kampung Hijau Sejahtera, di Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (9/7/).
A   A   A   Pengaturan Font

MANADO - Luas hutan mangrove kritis berhasil diturunkan dari 1,82 juta hektare (ha) menjadi tinggal 1,19 juta ha pada tahun 2018. Keberhasilan ini berkat upaya rehabilitasi yang dilakukan de­ngan dukungan berbagai pihak seperti Organisasi Aksi Solidar­itas Era (OASE) Kabinet Kerja.

“Banyak yang sudah di­lakukan pemerintah soal pen­gelolaan mangrove dan hutan pantai, di antaranya rehabilitasi mangrove seluas 31.673 ha me­lalui dana APBN,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehu­tanan, Siti Nurbaya pada acara penanaman mangrove dalam rangka Gerakan Nasional Peduli Mangrove, Pemulihan Daerah Aliran Sungai, dan Kampung Hi­jau Sejahtera, di Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (9/7/).

Rehabilitasi mangrove me­manfaatkan APBN akan terus dilakukan seluas 2.000 ha set­iap tahun. Gerakan penanaman tersebut diinisiasi oleh OASE Kabinet Kerja. Menteri Siti me­nyampaikan terima kasih ke­pada Ibu Negara, Iriana Joko Widodo dan pengurus OASE Kabinet Kerja yang telah beri­nisiatif dan menyiapkan pro­gram penanaman mangrove dengan baik.

Menurut Menteri, keterli­batan berbagai pihak seperti OASE Kabinet Kerja, peme­rintah daerah, LSM, BUMN, dan swasta, mendukung keberhasil­an rehabilitasi mangrove. Iriana Joko Widodo memang punya kepedulian besar terhadap ke­lestarian mangrove. Saat men­dampingi Presiden Joko Wido­do di pertemuan G20 di Jepang, Ibu Negara secara khusus men­ceritakan kegiatan pelestarian mangrove kepada istri-istri pe­mimpin negara anggota G20.

Sangat Besar

Menindaklanjuti langkah Ibu Negara ini, Menteri Siti Nurbaya menegaskan upayan­ya dalam mengintensifkan penanganan mangrove seba­gai salah satu ekosistem yang memiliki potensi cadangan karbon yang sangat besar, ter­utama di tanahnya.

Menteri Siti berbicara secara khusus dengan Menteri Ling­kungan dan Iklim Norwegia, Ola Elvestuen, di Throndheim ter­kait pengelolaan mangrove, set­elah langkah Ibu Negara Iriana berbicara di KTT G-20 pertenga­han Juni lalu di Osaka. Siti juga telah membahas hal ini dengan Menteri Lingkungan Hidup Ing­gris, Jerman, dan Australia.

Menteri Siti mengingatkan mangrove memiliki manfaat untuk melindungi erosi dan abrasi dan menjadi tempat berkembang biaknya fauna dan biota laut. Mangrove men­jadi sumber pendapatan ma­syarakat melalui pemanfaatan ekowisata, hasil hutan nonkayu, dan silvofishery.

Lebih lanjut Siti Nurbaya me­nyatakan mangrove efektif untuk menahan gelombang tsunami. Hasil penelitian menyatakan tanaman mangrove selebar 100 meter dengan ketinggian akar 30 centimeter sampai 1 meter dapat mereduksi besarnya gelombang tsunami hingga 90%.

Ketua bidang V OASE Kabi­net Kerja, Rugaya Usman Wiranto menuturkan kegiatan penanaman mangrove oleh OASE Kabinet Kerja merupa­kan inisiatif yang didorong oleh Ibu Iriana Joko Widodo. Kegia­tan itu disertai dengan pembe­rian alat biopori dan pengolah kompos. sur/N-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment