Koran Jakarta | March 27 2019
No Comments
Kinerja Perekonomian

Lagi, Tiongkok Kehilangan Laju Pertumbuhan

Lagi, Tiongkok Kehilangan Laju Pertumbuhan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

BEIJING – Perekonomian Tiongkok kembali kehilangan laju pertumbuhannya pada 2018 sehingga akan sema­kin menambah kekhawatiran mengenai pelambatan per­ekonomian global yang lebih tajam. Sebab, selama ini, di saat kinerja perekonomian negara maju melambat, neg­ara kekuatan ekonomi baru (emerging market) diharapkan menjadi mesin penggerak per­tumbuhan ekonomi global.

Berdasarkan data Biro Statistik Nasional Tiongkok, ekonomi Negeri Panda pada triwulan IV-2018 tumbuh 6,4 persen dibandingkan peri­ode sama tahun sebelumnya (yoy), sesuai estimasi para pelaku pasar. Angka itu lebih rendah dibandingkan capaian pada triwulan sebelumnya se­besar 6,5 persen.

“Tingkat pertumbuhan September-Desember adalah ekspansi terlemah sejak kri­sis keuangan,” menurut Biro Statistik Nasional di Beijing, Tiongkok, Senin (21/1).

Secara keseluruhan, eko­nomi Tiongkok pada 2018 tumbuh 6,6 persen, sesuai dengan estimasi para pelaku pasar dan lebih rendah diban­dingkan capaian pada tahun sebelumnya sebesar 6,8 per­sen. Capaian tersebut tercatat sebagai ekspansi paling lam­bat dari negara ekonomi ter­besar kedua di dunia itu da­lam kurun 28 tahun terakhir.

Para pembuat kebijakan Tiongkok diperkirakan akan meningkatkan dukungan un­tuk ekonomi tahun ini guna mencegah keberlanjutan pelambatan yang lebih tajam ke depan. Namun, para analis mengatakan kegiatan ekono­mi diperkirakan tak stabil sam­pai pertengahan tahun ini. Hal itu menambah tekanan bagi Tiongkok untuk mencapai ke­sepakatan dengan Amerika Serikat (AS) guna mengakhiri perang dagang mereka.

Secara triwulanan (qtq), produk domestik bruto (PDB) Tiongkok pada Oktober-De­sember 2018 tumbuh 1,5 per­sen, lebih rendah dibanding­kan catatan pada triwyulan sebelumnya dengan 1,6 per­sen.

Pelemahan Global

Pelambatan perekonomian Tiongkok tersebut semakin menambah kekhawatiran ter­hadap pelemahan pemulihan ekonomi global. Sebelum­nya, Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan eko­nomi global pada 2019 men­jadi 2,9 persen dari estimasi awal 3,0 persen.

Dalam laporan Prospek Ekonomi Global yang baru dirilis, Bank Dunia mengatakan prospek ekonomi global telah menjadi suram karena kondi­si-kondisi pembiayaan global semakin ketat; ketegangan per­dagangan meningkat; serta be­berapa negara emerging market dan negara berkembang besar mengalami tekanan signifikan di pasar keuangannya.

“Menghadapi headwinds ini, pemulihan di negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang telah ke­hilangan momentum,” kata laporan Bank Dunia dengan memperkirakan pertumbuhan negara emerging market dan berkembang tumbuh 4,2 persen pada 2019. mad/Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment