Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments
Pertemuan Tahunan IMF

Lagarde Imbau Deeskalasi Perdagangan Global

Lagarde Imbau Deeskalasi Perdagangan Global

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

BADUNG – Managing Director IMF, Christine Lagarde dalam sambutannya pada Annual Meeting IMF dan World Bank 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10), mengatakan generasi pembuat kebijakan saat ini akan dinilai dari kemampuan mereka untuk menciptakan ikatan persatuan dan persahabatan yang langgeng, sistem perdagangan yang baik bagi semua.


Menurut Lagarde yang paling penting saat ini adalah perlu bekerja sama untuk melakukan deeskalasi sengketa dagang yang ada saat ini dan masuk ke dalam diskusi yang konstruktif.

“Di sini saya sangat berharapan karena terdapat ada keinginan untuk memperbaiki dan memperluas perdagangan,” kata Lagarde.


Banyaknya diskusi untuk memperkuat WTO atau kesepakatan dagang baru, seperti TPP-11 dan kesepakatan Afrika, dan kemajuan yang dicapai dalam perjanjian AS-Meksiko-Kanada bisa dimanfaatkan aebagai momentum untuk mengubah ketegangan menjadi hubungan baik yang harmonis kembali.

Kita perlu bergandeng tangan untuk memperbaiki dan memodernkan sistem perdagangan global, bukan merusaknya,” katanya .


Sebab itu, perlu melihat efek distorsi dari subsidi pemerintah, meningkatkan penegakan hak kekayaan intelektual, dan mengambil langkah untuk menjamin kompetisi yang efektif untuk menghindari posisi dominasi pasar yang berlebihan.


“Ini juga berarti membuka potensi penuh e commerce dan jasa-jasa lainnya yang dapat diperdagangkan. Dalam semua bidang ini, kita dapat menggunakan pendekatan negosiasi yang lebih fleksibel di dalam WTO, termasuk kesepakatan “plurilateral”,” kata Lagarde.


Kebijakan Domestik


Selain itu, dia menilai perlu menerapkan kebijakan domestik untuk memastikan bahwa perdagangan global lebih efektif dalam melayani masyarakat.

“Kita tahu bahwa perdagangan telah membantu mengubah dunia kita—dengan memacu produktivitas, menyebarkan teknologi baru, dan membuat berbagai produk lebih terjangkau,” katanya.


Di Asia, misalnya, perdagangan telah memainkan peran yang instrumental dalam menciptakan kelas menengah terbesar di dunia.

Dan di seluruh dunia, integrasi ekonomi telah mendorong pendapatan per kapita sementara juga menciptakan jutaan lapangan pekerjaan baru dengan upah yang lebih tinggi.

Walau demikian, kita juga tahu bahwa pekerja tertentu, dan komunitas tertentu, terdampak sangat kuat oleh biaya manusia yang ditimbulkan disrupsi (human cost of disruption)—baik dari teknologi, atau dari perdagangan, atau kombinasi keduanya,” katanya.


Itulah mengapa perlu kebijakan domestik yang lebih efektif, termasuk melipatgandakan investasi dalam pelatihan dan jaring pengaman sosial—agar pekerja dapat meningkatkan keterampilannya, bertransisi menuju pekerjaan berkualitas lebih tinggi, dan meningkatkan pendapatannya. bud/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment