Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
Kinerja Perseroan

Laba Maybank Melonjak 20,5 Persen Jadi Rp3 Triliun

Laba Maybank Melonjak 20,5 Persen Jadi Rp3 Triliun

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) per akhir 2018 meraup kenaikan laba bersih setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (profit after tax & minority interest/ PATAMI) sebesar 21,6 persen menjadi 2,2 triliun rupiah. Rekor kenaikan laba ini didukung pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/ NII) sebesar 5,2 persen menjadi 8,1 triliun rupiah dan perbaikan kualitas aset.

Sementara itu, laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) meningkat 20,5 persen menjadi sekitar 3 triliun rupiah dan PBT recurring tumbuh 34,3 persen secara tahunan setelah eliminasi pendapatan one-off terutama dari penjualan surat berharga pada 2017.

“Kualitas aset yang lebih baik, pertumbuhan yang solid di bisnis syariah disertai peningkatan kinerja pada anak perusahaan, dan pengelolaan biaya strategis secara berkelanjutan juga memberikan kontribusi bagi peningkatan kinerja bank,” kata Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria di Jakarta, Kamis (14/2).

Taswin menjelaskan, implementasi penerapan pricing yang disiplin secara berkelanjutan disertai efisiensi operasional yang meningkat memungkinkan Perseroan untuk menahan tekanan pada marjin bunga, menghasilkan peningkatan marjin bunga bersih sebesar 7 basis poin menjadi 5,2 persen.

Kualitas aset Perseroan juga meningkat signifikan seperti tercermin dari tingkat nonperforming loan (NPL) yang lebih rendah sebesar 2,6 persen (gross) dan 1,5 persen (net) per 31 Desember 2018 dibanding 2,8 persen (gross) dan 1,7 persen (net) tahun lalu.

Hal ini menegaskan kembali keberhasilan Maybank Indonesia dalam mengelola kualitas aset melalui pertumbuhan yang selektif dan bertanggung jawab. “Maybank juga berhasil melakukan penjualan sebagian NPL lama (NPL legacy) dan kredit macet yang telah dihapusbukukan (writeoff NPL legacy) sebagai upaya berkelanjutan membersihkan portofolio kredit,” jelas Taswin.

Menurut Taswin, pihaknya senantiasa konservatif dalam mengelola kualitas aset dan mengambil langkah proaktif sejak awal pada fasilitas kredit nasabah yang terdampak oleh iklim ekonomi yang penuh tantangan. “Maybank juga mampu mengurangi penyisihan kerugian penurunan nilai kredit sebesar 38,6 persen menjadi 1,3 triliun rupiah sepanjang 2018,” katanya.

 

Penuh Tantangan

 

Taswin menambahkan, Maybank mengakhiri tahun keuangan 2018 dengan rekor laba di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan. “Perjalanan transformasi kami kini mulai mendatangkan hasil yang positif dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab di masa mendatang,” ujarnya.

Selain melanjutkan transformasi yang tengah berjalan di perbankan global dan rekalibrasi model bisnis ritel kami, perjalanan transformasi ke depan akan fokus pada optimalisasi teknologi untuk memberikan pengalaman nasabah yang lebih baik di seluruh touchpoints.

“Ini akan ditandai dengan peluncuran perbankan digital baru M2U dan perbaikan website kami. Dengan melakukan ini, kami akan dapat melanjutkan penciptaan nilai untuk kepentingan stakeholder sementara pada saat yang sama akan terus meningkatkan pertumbuhan,” ujar Taswin. 

 

yok/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment