Koran Jakarta | May 27 2018
No Comments
Kinerja 2017

Laba Bersih JSMR Naik 16,5% Jadi 2,2 Triliun Rupiah

Laba Bersih JSMR Naik 16,5% Jadi 2,2 Triliun Rupiah

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Emiten jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) sepanjang 2017 memperoleh laba bersih sebesar 2,2 triliun rupiah atau tumbuh sebesar 16,5 persen dari 2016, seiring mulai beroperasinya ruasruas tol baru pada tahun itu. “Hal ini merupakan pencapaian Jasa Marga untuk tetap menjaga kinerja positif,” kata Corporate Secretary PT Jasa Marga, M Agus Setiawan, di Jakarta, Senin. Agus menjelaskan, di tengah masa ekspansi ini, perseroan juga dapat menjaga pertumbuhan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA yang pada 2017 mencapai nilai 5,5 triliun rupiah atau tumbuh 4,8 persen, sedangkan untuk marginnya sebesar 61,4 persen atau tumbuh 2,2 persen dari 2016.

“Dari sisi pendapatan usaha di luar konstruksi tercatat sebesar 8,9 triliun rupiah atau meningkat dari tahun 2016, dengan kontribusi dari pendapatan tol senilai 8,3 triliun rupiah atau naik 4,5 persen dari 2016 dan pendapatan usaha lain 640,4 miliar rupiah,” kata Agus. Kemudian, kata Agus, ruasruas jalan tol baru menyumbang pertumbuhan aset dari sisi hak pengusahaan jalan tol yang mencapai 56 triliun rupiah atau meningkat sebesar 61,2 persen dari 2016, sehingga total aset perseroan pada 2017 79,2 triliun rupiah atau tumbuh sebesar 48 persen dari 2016.

Pertumbuhan pendapatan jalan tol, kata Agus, juga tetap tumbuh sesuai dengan tren pertumbuhan volume lalu lintas setiap tahunnya secara konsolidasi. Selain itu, ruas-ruas jalan tol baru yang mulai beroperasi dari 2016 dan 2017 juga telah menyumbang pendapatan tol. Pada 2017, ujar Agus, perseroan juga telah mengimplementasikan alternatif pembiayaan untuk pendanaan investasi yang sedang dilakukan perseroan. “Akhir Agustus 2017, kami menerbitkan KIK EBA Mandiri JSMR01 senilai 2 triliun rupiah. Skema pendanaan melalui sekuritisasi ‘future revenue’ di Indonesia perdana dilaksanakan oleh kami dan terbukti antusiasme investor terhadap penawaran tersebut melebihi mencapai hampir tiga kali,” katanya.

Project Bond Inovasi lainnya untuk menjaga beban bunga adalah dengan melakukan Project Bond yang telah dilakukan di Ruas JORR W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami) yang dikelola Anak Perusahaan PT Marga Lingkar Jakarta, dengan tujuan untuk melakukan pembiayaan ulang perbankan dengan rate lebih baik dan tenor sesuai dengan kemampuan anak usaha itu. Alasannya, sedikitnya ada tiga alasan strategis sebagai Project Bond perdana yaitu pertimbangan lokasi yang strategis, pertumbuhan volume lalin yang sangat baik dan pertumbuhan yang tinggi serta konsisten untuk pendapatan tol, EBITDA, Margin EBITDA dan kondisi keuangan yang stabil. “Minat investor dibuktikan dengan tingginya penawaran hingga melebihi lagi mencapai hampir dua kali dari nilai penawaran sebesar 1,5 triliun rupiah,” katanya.

Di penghujung 2017, tambahnya, perseroan juga berhasil melakukan Global Bond berdenominasi Rupiah atau Komodo Bond dan mendapatkan respon positif dari para investor global dengan nilai permintaan melebihi hampir empat kali dari nilai penawaran 4 triliun rupiah. Pada sisi pengoperasian jalan tol, hingga akhir 2017, perseroan telah mengoperasikan total 680 kilometer dengan penambahan ruas jalan tol beroperasi sepanjang 88,7 km di 2017. yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment