Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
Aspirasi Ulama

Kyai Banten Bantu Pemenangan Jokowi-Ma’ruf

Kyai Banten Bantu Pemenangan Jokowi-Ma’ruf

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

BANTEN – Para kyai dan tokoh pendiri Provinsi Banten pun turun gunung untuk membantu memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Mereka berkumpul di acara Haul Haul Sultan Ageng Tirtayasa di Serang, Banteng, Kamis (14/3). Pada kesempatan ini, KH. Ma’ruf juga ikut hadir.

Para kyai dan tokoh tersebut, sesepuh Banten, K.H Abuya Muhtadi, K.H TB Abdul Hakim, Syuriah PWNU Banten, Relawan Bintang 9 Wali, yang Ketua PB Mathla’ul Anwar, K.H. M Irsjad Djuwaeli, Pimpinan Majelis Musyawarah Masyarakat Banten (M3B) K.H Embay Mulya Syarief, tokoh Pembentukan Kota Serang, K.H Matin Syarqowi, hingga keluarga besar TB. Chasan Sohib dan Ormas Babad Banten (kerabat dan sahabat Kesultanan Banten) yang terdiri dari para keturunan Kesultanan Banten, juga menyatakan dukungan terbuka untuk Kyai Ma’ruf.

“Jokowi adalah pemimpin yang baik dan nyata kerjanya. Dan Kiai Ma’ruf adalah tokoh yang bisa merangkul ummat. Dipilihnya KH. Ma’ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi ini adalah kehormatan bagi orang banten. Beliau tokoh ulama kelahiran Banten. Sanad keilmuan dan nasabnya menyambung dengan Syeikh Nawawi Albantani, dan Sultan Maulana Hasanuddin. jadi tak ada pilihan lain bagi warga Banten, mari dukung dan menangkan Kiai Ma’ruf,” ujar Embay yang mewakili para kyai.

Sedangkan KH. Ma’ruf Amin yang hadir bersama istri, Nyai Wury Estu Handayani mengatakan, Sultan Ageng Tirtayasa sebagai pahlawan bangsa sekaligus tokoh Banten yang harus dihormati dan diambil prinsip hidupnya. “Beliau punya nilai sejarah yang tinggi dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Dia sultan yang anti- penjajahan,” ujar nya

Sementara itu sebelum berangkat ke Serang, menyinggung persiapan debat yang akan digelar pada Minggu (17/3), KH Ma’ruf Amin mengaku tidak ada yang perlu disiapkan secara spesifik dalam menghadapi debat melawan Cawapres Sandiaga Uno. Tidak ada yang menjadi pikiran berat soal itu. ”Persiapan debat biasa saja. Saya jalan, jalan saja. Persiapan debat ya ngobrol-ngobrol saja gak ada yang spesifik,” ujarnya

Lebih lanjut dijelaskan KH Ma’ruf Amin, dirinya akan mengikuti alur debat yang mengikutsertakan peran panelis serta moderator. ”Kalau saya sih intinya debat itu bagaimana membangun Indonesia maju lebih baik dari yang sekarang, lebih meningkatkan, lebih menyempurnakan, lebih menambah lagi. Itu saja,”katanya.

Satu hal yang diakui oleh Kiai Ma’ruf menjadi bahan pikirannya adalah soal batasan waktu bicara di saat debat. Sebab bagi seorang ulama seperti dirinya, adalah hal biasa menyampaikan gagasan. Namun terbiasa juga tak dibatasi waktunya.

“Kita biasanya bicara lepas satu-dua jam. Ketika dibatasi, ya tentu tidak mudah. Saya mesti menyesuaikan diri,” kata Kiai Ma’ruf. sur/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment