Kursi untuk Melipir dari Keriuhan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 21 2020
No Comments

Kursi untuk Melipir dari Keriuhan

Kursi untuk Melipir dari Keriuhan

Foto : ist
A   A   A   Pengaturan Font

Menjadi terpaku menatap layar handphone telah menjadi gaya hidup baru masyarakat saat ini. Teknologi yang melahirkan perubahan gaya hidup masyarakat ini menjadi inspirasi dalam pembuatan desain kursi. Kursi yang terkesan tertutup membuat penggunanya tidak terganggu melakukan aktifitas personal. Aktifitas personal telah menjadi bagian kehidupan masyarakat saat ini.

Perkembangan teknologi telah mendukung segala aktifitas tidak selalu dilakukan dengan kehadiran orang lain. Kursi yang mampu menghadirkan “ruang mungil” tertutup menjadi tempat yang sesuai untuk sedikit menjauh dari keriuhan sekitar. Nick Ross, desainer asal Skotlandia telah merancang kursi, bangku maupun sofa yang membuat pengguna merasa aman dan terpencil.

Melalui label + Halle, desain kursi yang dinamai Proto ini menjadikan penggunanya tidak akan kehilangan ruang personal meskipun sedang berada di keramaian. Karena kursi dirancang untuk diletakkan di lingkungan yang sibuk dari tempat kerja hingga bangunan umum, seperti rumah sakit dan bandara. 

 “Aku benar-benar berpikir tentang arti kata hunian dan membawaku kembali pada perlindungan awal,” ujar Ross, seperti yang dilansir dari situs dezeen, Minggu (5/1).

Dia ingin menciptakan ruang supaya orang dapat menyelinap ke sudut sekedar untuk menepi dari keriuhan. Kursi ini mampu menumbuhkan keintiman yang mulai hilang saat ini. Ross mendesain kursi dalam bentuk lengkung yang membungkus erat di bagian belakang.

Dia tidak memberikan celah lubang sedikit pun pada desainnya. Alhasil, pengguna yang duduk di kursi tersebut telah diarahkan untuk tenggelam dari suasana sekitar.     

 Kursi dirancang dengan dua jenis ketinggian sandaran. Yang pertama, kursi memiliki ketinggian yang dapat menyembunyikan penggunanya. Sedangkan, rancangan lainnya merupakan desain sandaran yang menopang sebagian badan sehingga masih bisa melakuan percakapan dalam kondisi tenang. Desainer yang berbasis di Stockholm ini menampilkan desain dengan nuansa warna hijau, kuning, krem maupun coklat.

Ross yang menjadi salah satu desainer yang dipanggil+Halle berupaya manusia tidak kehilangan nilai harfiahnya. “Saya ingin menerjemahkan perasaan duduk di tenda kecil dalam cuaca buruk,” ujar dia tentang ide dasar desainnya. din/R-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment