Kursi dari Bahan Daur Ulang | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 21 2020
No Comments

Kursi dari Bahan Daur Ulang

Kursi dari Bahan Daur Ulang

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Limbah plastik selalu menjadi masalah yang tidak berkesudahan. Produk limbahnya yang sulit terurai sementara produk dari bahan plastik masih mendominasi sebagai bahan baku produk. Mater, sebuah label furnitur mulai menggunakan limbah plastik untuk membuat kursi.

Bayangan limbah plastik pun langsung pudar setelah limbah diolah menjadi kursi. Produk tidak hanya menjadi barang serbaguna. Melainkan, desain yang menyerupai anyaman rotan membawa ingatan pada produk dari bahan alami.

Kursi dirancang Eva Karlou, seorang arsitek serta CEO dan salah satu pendiri Earth Studio, sebuah studio desain interior.

Seperti dilansir dari portal dezeen, kursi dari bahan daur ulang memiliki rangka yang sederhana. Kursi terbuat dari pipa bengkok yang mendukung tempat duduk yang dibuat sederhana, seperti daur ulang limbah plastic maupun kayu ek yang bersertifikat.

Desainer mendesain bangku sebagai penemuan kembali kursi bar palstik serta untuk memberikan tampilan organik maupun industri. Selain dari bahan daur ulang, bagian kursi juga masih dapat digunakan kembali.

“Rangka pipa baja dapat digunakan kembali dan kursi yang ringan tapi kokoh mewakili desain Skandinavia klasik abadi yang dibuat dalam komposisi elegan dan cocok untuk setiap interior ruang,” ujar perusahaan Karlou, seperti yang dilansir dari portal dezeen.

Kursi terlihat moderen dengan penggunaan warna kontras pada bagian dudukan dan kerangkanya. Selain itu, desain kursi terlihat simpel dengan sandaran tidak terlalu lebar dan kaki kursi hanya terdiri dari dua kaki. Bagian belakang yang biasanya disangka kaki kursi dibiarkan menggantung memberikan kesan minimalis dan lega.

Pilihan bentuk rotan tidak lain bahwa tanaman ini tumbuh dengan cepat dan dipanen secara alami. Untuk membuat anyaman, Mater mempercayakan pada bengkel anyaman di Denmark generasi ketiga.

Dengan kata lain, mereka berupa untuk melestarikan kerajinan anyaman dari generasi ke generasi. Serta, mereka ingin menterjemahkan kerajinan lama ke desain yang baru.

Mater merupakan label yang didirikan di Hendrik Marstrand pada 2006. Label tersebut berupaya menciptakan furnitur dan penchayaan kelas atas dengan tiga prinsip, yaitu desain, keahlian dan etika. Dengan karyanya, Mater tidak hanya penghasil furnitur melainkan memiliki perhatian terhadap isu perubahan iklim maupun limbah plastik. din/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment