Koran Jakarta | June 24 2019
No Comments
Akses Pembiayaan - Selama 2015–2018, Penyaluran KUR Peternakan Capai 14,4 Triliun Rupiah

KUR Peternak Pacu Ekonomi Daerah

KUR Peternak Pacu Ekonomi Daerah

Foto : ANTARA/ARI BOWO SUCIPTO
PENYALURAN KUR - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (tengah) saat Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Peternakan Rakyat di Lapangan Pandesari, Pujon, Malang, Jawa Timur, Sabtu (9/2). Sejak 2015 hingga 2018, KUR Peternakan sudah dinikmati oleh 687,897debitur.
A   A   A   Pengaturan Font
Pemberian insentif pembiayaan kepada para peternak rakyat diharapkan bisa meningkatkan produktivitas mereka sehingga turut membantu menggerakkan roda perekonomian di daerah.

JAKARTA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus peternak rakyat dinilai mampu menggerakkan ekonomi pedesaan. Sebab, para peternak sudah menekuni pekerjaan tersebut secara turun-temurun.

“KUR peternakan rakyat merupakan perluasan untuk menggerakkan sektor ekonomi tradisional di pedesaan yang dikelola oleh rakyat, yang menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, saat acara penyerahan KUR khusus peternakan secara serentak di lima daerah yang dipusatkan di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, JawaTimur, akhir pekan lalu.

Lima wilayah lainnya yang memperoleh skema tersebut, yakni Kota Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Kota Magelang, Jawa Tengah, Kota Lampung Tengah, Lampung, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan dan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Wilayah-wilayah tersebut merupakan daerah penghasil ternak utama di Indonesia.

Menurut Darmin, skema KUR Peternakan terbukti membantu para peternak mengakses pembiayaan sebagai permodalan. Tercatat sejak 2015 hingga 2018, KUR Peternakan sudah dinikmati oleh 687,897debitur dengan total plafon sebesar 14,4 triliun rupiah.

Terkait program KUR peternakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), meminta masyarakat mengoptimalkan pembiayaan tersebut. Gubernur Ridwan Kamil meyakini peluang bisnis pertenakan sangat besar.

 

Gap Lebar

 

Di Jabar, disebutkannya, kebutuhan daging sapi per tahunnya mencapai 130 ribu ton, sementara produksi dari peternak setempat hanya sekitar 46 ribu ton. Selain itu, kebutuhan telur pun baru mencapai 172 ribu ton dari 500 ribu ton total kebutuhan.

“Kekurangan tersebut merupakan peluang bisnis besar yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat tak terkecuali kaum milenial untuk menjadi pengusaha bidang peternakan,” kata Emil saapan Gubernur, melalui siaran pers Humas Pemprov Jabar, usai menghadiri penyaluran KUR peternakan di Garut, akhir pekan lalu.

Untuk itu Emil, menyarankan masyarakat memanfaatkan program KUR peternakan dari bank yang sudah ditunjuk Kemenko Perekonomian yaitu Bank BRI, BNI, Mandiri dan BJB. Sementara itu, sebagai salah satu penyalur KUR peternakan, Bank BRI menyatakan pembiaayaan khusus itu diluncurkan untuk mendukung sektor produksi.

Direktur Mikro dan Kecil Bank BRI, Priyastomo mengatakan perseroan secara simbolis menyerahkan KUR khusus peternakan kepada enam peternak senilai 631 juta rupiah. 

 

bud/tgh/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment