Koran Jakarta | November 18 2017
No Comments
Suara Daerah

Kuningan Bertekad Menjadi Kabupaten Konservasi

Kuningan Bertekad Menjadi Kabupaten Konservasi

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan bertekad menjadikan wilayahnya sebagai kabupaten konservasi di Indonesia. Un­tuk itu, dalam setiap program pembangunan yang dilaksana­kan di Kuningan akan selalu memperhatikan daya dukung lingkungan hidup.

Dengan semua kebijakan tersebut, proses pembangunan bisa berjalan secara sehat dan dinikmati dalam jangka pan­jang oleh masyarakat. Apalagi kebijakan itu didukung oleh kondisi alam yang sesuai, se­perti adanya Gunung Ciremai, yang kawasan hutannya dijadi­kan sebagai taman nasional.

Untuk mengetahui le­bih jauh apa yang telah dan akan dilakukan oleh jajaran Pemkab Kuningan menjadikan daerahnya sebagai kabupaten konservasi, wartawan Koran Jakarta, Agus Supriyatna berkesempatan mewawanca­rai Bupati Kuningan, H Acep Purnama, di Sidoarjo, bebera­pa waktu lalu. Berikut petikan selengkapnya.

Kuningan bertekad men­jadi kabupaten konservasi. Bisa dijelaskan apa yang dimaksud kabupaten kon­servasi dan kenapa itu yang ingin dicanangkan?

Potensi andalan Kuningan ya sumber daya alam. Ka­bupaten Kuningan memiliki Gunung Ciremai. Ini gunung tertinggi di Jawa Barat. Ini salah satu ekosistem pegu­nungan yang unik. Topografi kawasan Gunung Ciremai berombak, berbukit-bukit, dan bergunung, dengan memben­tuk kerucut di bagian puncak.

Sesuai Perda Nomor 38 Ta­hun 2002, Gunung Ciremai ini punya tiga fungsi pokok yaitu kawasan lindung, konser­vasi alam, dan zona resapan air. Ciremai bahkan telah dise­but sebagai paru-paru dunia. Bisa untuk menjaga kestabilan temperatur bumi. Berangkat dari situlah, Kuningan ini jadi kabupaten konservasi.

Ciremai telah jadi taman nasional?

Ya, tahun 2004, kawasan hu­tan Ciremai ditunjuk menjadi Taman Nasional berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan. Perubahan fungsi itu didasari pertimbangan di Ciremai ini keanekaragaman hayatinya cukup tinggi. Menjadi daerah resapan air, kawasan yang sangat penting bagi Kuningan dan daerah lain, seperti Maja­lengka dan Cirebon. Beberapa mata air dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian, perikan­an, suplai PDAM dan industri.

Kalau jadi kabupaten konservasi, program pem­bangunan apa yang akan dikembangkan?

Tentu potensi ekowisata yang akan digenjot. Kuningan ini punya keindahan pano­rama yang tak kalah dengan daerah lain. Hasil hutan nonkayu juga menjanjikan. Misalnya, tumbuhan obat, budi daya lebah madu, dan kupu-kupu. Sebagai daerah konservasi, ini juga potensi un­tuk penelitian dan pendidikan.

Di Kuningan juga ada situs budaya, bangunan bersejarah. Ini kan perlu dilindungi dan dilestarikan. Intinya, Taman Nasional Gunung Ciremai, bisa dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, menunjang budi daya, budaya, pariwisata, dan rekreasi.

Pola pen­gelolaannya bagai­mana?

Taman Nasional Gunung Ciremai ini dikelola dengan sis­tem empat zonasi. Pertama, zona inti. Kedua, zona rimba. Ketiga, zona pemanfaatan. Keempat, zona khusus (seperti zona rehabilitasi pengkayaan, religi, budaya, dan sejarah).

Bisa dijelaskan fungsi dan manfaat dari keempat zonasi itu?

Zona inti berfungsi untuk perlindungan ekosistem, peng­awetan flora dan fauna khas, beserta habitatnya yang peka terhadap perubahan, sumber plasma nutfah dari jenis tum­buhan dan satwa liar, untuk kepentingan penelitian dan pe­ngembangan ilmu pengetahu­an, pendidikan, penunjang budaya. Zona inti ini punya nilai ekologis yang sangat tinggi sehingga wajib dilindungi.

Zona rimba, fungsinya un­tuk kegiatan pengawetan dan pemanfaatan sumber daya alam serta lingkungan alam bagi kepentingan peneliti­an, pendidikan konservasi, wisata terbatas, habitat satwa migran, dan menunjang budi daya serta mendukung zona inti.

Zona pemanfaatan ber­fungsi untuk pengembangan pariwisata alam dan rekreasi, jasa lingkungan, pendidikan, penelitian, dan menunjang budi daya. Potensi sumber daya alam di zona pemanfa­atan ini sangat tinggi. Orang biasa menyebutnya sebagai kaki Gunung Ciremai. Ya, sebab ini kan jauh dari zona inti. Zona ini kurang sensitif terhadap gangguan.

Jadi, daya tarik Kuningan itu terutama adalah alamnya?

Ya, yang menjadi daya tarik lebih adalah potensi alamya. Baik itu tumbuhan, satwa atau formasi ekosistem dan geolog­inya. Potensi alamnya unik dan indah. Jadi, peman­faatan zona ini lebih cocok ya ke pariwisata alam dan pusat re­kreasi. N-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment