Koran Jakarta | June 24 2019
No Comments
Prospek Usaha

Kredit BTN Capai Rp523 Triliun

Kredit BTN Capai Rp523 Triliun

Foto : Koran Jakarta/ M Fachri
“Funwalk” Bank BTN - Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi dan Jasa Lainnya Kementerian BUMN, Gatot Trihargo (kiri) dan Dirut PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Maryono bersama Komut Bank BTN, I Wayan Agus Mertayasa, dan Staf Khusus Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol, mengangkat bendera dimulainya charity funwalk HUT ke 69 Bank BTN, di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (10/2). Pada usianya yang ke-69, Bank BTN berhasil membukukan aset sebesar lebih dari 300 triliun rupiah.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berhasil merealisasikan penyaluran kredit sekitar 523 triliun rupiah. Kredit yang didominasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tersebut mengalir kepada lebih dari 4,5 juta keluarga di Indonesia. Seiring dengan itu jumlah aset emiten perbankan pelat merah yang menginjak usia ke-69 tahun ini juga terus melonjak.

Direktur Utama BTN, Maryono, mengatakan BTN berhasil mewujudkan ambisinya menjadi bank terbesar nomor 5 berdasarkan aset di Indonesia. Bahkan, aset BTN dalam 1 tahun terakhir melonjak 17 persen atau menembus lebih dari 300 triliun rupiah, dibandingkan 2017 yang tercatat sebesar 261,5 triliun rupiah.

“Peningkatan aset dan kucuran kredit BTN banyak didorong oleh Program Sejuta Rumah yang diinisasi oleh Pemerintah pada tahun 2015, program yang memacu BTN untuk melakukan inovasi produk KPR dan skema kredit yang memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah hingga milenial untuk memiliki rumah,” ungkapnya di Jakarta, Minggu (10/2).

Menapaki tahun-tahun ke depan, Maryono optimistis akan lebih baik setelah meletakkan pondasi bisnis dan program kerja yang terarah sesuai hasil rapat kerja BTN tahun 2019 yang dihadiri segenap jajaran manajemen BTN pada Januari lalu. Agar kinerja kredit BTN terus melaju, perseroan memasang sejumlah strategi.

Pertama, meningkatkan kerja sama dengan instansi atau pihak swasta untuk jasa layanan perbankan, khususnya pembiayaan perumahan. Kedua, mengembangkan digital ecosystem dengan memperkuat fitur-fitur dari digital channel Bank BTN untuk layanan perbankan baik transaksi maupun kredit demi menghadapi disrupsi ekonomi yang terjadi.

Ketiga, memperkuat kemitraan dengan Pemerintah baik pusat maupun daerah untuk pembiayaan dan penyediaan perumahan. Terakhir, menyelaraskan program dan target perseroan dengan misi pemerintah dalam holding perbankan serta Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang akan direalisasikan.

“Untuk menjalankan strategi tersebut tentu kami harus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan agar dapat memenuhi target-target yang dipasang pemerintah untuk mengurangi backlog perumahan yang saat ini masih di kisaran 11 juta unit,” papar Maryono.

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment