Koran Jakarta | August 18 2018
No Comments
Sound of Bamboo

Kreasi Anak Muda yang Menembus Mancanegara

Kreasi Anak Muda yang Menembus Mancanegara

Foto : foto-foto: koran jakarta/teguh rahardjo
A   A   A   Pengaturan Font

Tidak ada batas untuk berkreativitas. Apalagi untuk membuat hal baru dan di luar kebiasaan. Seperti anak-anak muda di Kota Cimahi yang memanfaatkan pohon bambu untuk berkreativitas.

Dalam suatu kelompok yang kemudian menjadi komu­nitas, Indonesia Bamboo Community (IBC), anggo­tanya yang seluruhnya anak muda ini menciptakan kreasi baru dari bahan utama, bambu.

Produk mereka kini menjadi ikon dari Kota Cimahi, menciptakan pesona tersendiri dari bambu dan sudah melanglang buana, seluruh pelosok negeri sudah disambangi produk mere­ka, bahkan hingga keluar negeri. Unik adalah daya jualnya, yang diikuti oleh kualitas tentunya.

Ditemui di sebuah pameran belum lama ini, sejumlah anak muda itu nampak percaya diri memajang pro­duk berbahan baku bambu. Pameran yang berlangsung di sebuah mal besar di Bandung itu cukup pantas untuk memamerkan produk bambu buatan mereka.

Yang paling mendapatkan perhati­an adalah jam tangan yang terbuat dari bambu. Adang Muhidin, Ketua IBC, yang juga menjadi produsen jam tangan bambu mengatakan, produk bu­atannya itu merupakan produk terkini yang diciptakan. Baru akhir tahun lalu dibuat, namun sudah mulai disukai konsumen.

Justru ternyata konsumen yang menyukainya berasal dari luar negeri. Sebab penjualan jam tangan bambu buatannya ini memang dilakukan me­lalui pemesanan online. Dengan mesin buatan Jepang yang ditanamkan di dalam jam bambu, ia menjual antara 400 ribu hingga 1,2 juta rupiah per buahnya.

Warna cokelat muda mendominasi tampilan luar dari jam tangan bambu tersebut. Kayu bambu masih jelas terli­hat dari serat-seratnya, namun nampak mengilap karena sudah dilapisi cat pelitur.

“Kami buat berbagai jenis, untuk cowok dan cewek. Sasarannya memang anak-anak muda,” jelasnya belum lama ini.

Ia mengatakan pembuatan jam ta­ngan unik ini tidak terlalu sulit, meng­ingat bahan baku di Indonesia sangat banyak.

“Sempat terhambat beberapa bulan karena kami kecurian, laptop, desain dan model awal jam bambu itu hilang semua, tapi kita buat lagi dan akhirnya bisa diproduksi massal,” jelasnya.

Jenis bambu yang dipakai adalah bambu khusus yakni bambu gombong, yang terlihat dari ukuran bambu yang paling besar dijenisnya. Selain besar, tulang bambunya pun kuat dan lebih tebal dari jenis bambu lainnya. Bambu itu didatangkan dari Kabupaten Garut.

Produksi awal hanya 200 buah, lang­sung ikut dalam pameran akhir tahun lalu dan ludes. Rupanya jam tangan unik itu sangat diminati masyarakat, khususnya anak milenial. Dari animo yang bagus, produksi jam tangan kemu­dian diperbanyak.

Selama beberapa tahun bergelut dengan pembuatan produk berbahan dasar bambu, membuatnya tidak ke­sulitan untuk membuat jam bambu ini. Alat pencetak juga sudah ada sementa­ra pasarnya pun semakin terbuka.

“Tapi karena ini hand made tetap saja tidak bisa banyak. Paling hanya 200-an sebulan, tergantung animo dan pesanan,” tegasnya.

Meski terbuat dari bambu, ia menjamin jam bambu ini tahan air dan tentunya fashionable. Bungkusnya pun sangat menarik sehingga sangat layak untuk menjadi oleh-oleh saat bertandang ke Kota Cimahi. Mampir saja di IBC, Jalan Sindang Sari Nomor 23 Kota Cimahi. tgh/R-1

Gitar, Bass, Biola, dan Drum

Pasti sudah kenal angklung, alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Bagi kalangan anak muda, memain­kan musik angklung masih dianggap kurang menarik. Meskipun sudah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO yang berasal dari Indonesia, namun memang harus diakui, kecintaan terhadap musik tradisional dari bambu masih tidak sekuat alat musik modern, seperti gitar, bass, drum bahkan piano.

Tidak ingin anak-anak muda semakin meninggalkan angklung atau bambu se­bagai pohon serba guna, anak-anak muda dari Cimahi berkreasi dengan membuat alat musik modern berbahan bambu. Antara lain gitar, bas, hingga drum. Bahkan mereka bisa membuat satu set peralatan band yang bahan bakunya bambu.

Bukan sekedar gitar akustik, bahkan me­reka sudah mambu membuat gitar elektrik. Seperti dikatakan oleh Hafid Fadilah, salah satu anak muda yang aktif di IBC Cimahi, alat musik petik berbahan baku bambu sudah ba­nyak dibuat dan sudah dipakai untuk mang­gung sejumlah musisi nasional.

Alat musik buatannya dinamakan Vi­rageawie, yang sebenarnya berasal dari bahasa Sunda, pira ge awi, yang berarti sekedar bambu. Hanya finger neck yang tidak menggunakan bambu. Namun jangan anggap remeh, alat musik buatan komunitas bambu di Kota Cimahi ini sudah menjadi langganan untuk dimainkan dalam festival jazz. Karena terbuat dari bambu, memang ada suara khas yang berbeda dengan gitar kayu solid pada umumnya.

“Kalau musisi kita, ada Iwan Fals sama Balawan yang menggunakan, produk saya ini sudah tiga kali digunakan di Java Jazz Festi­val,” lanjutnya.

Untuk meningkatkan daya jual, produk gitar bambu ini tidak dibuat massal, hanya sedikit saja dan sesuai pesanan (custom). Untuk diketahui, harga satu buah gitar bambu elektrik sekitar 3,5 juta rupiah. Demikian juga dengan bass dan seperangkat alat drum.

Yang lebih unik lagi adalah kemampuan mereka yang akhirnya bisa memproduksi biola bambu. Padahal tidak bisa sembarangan material dipakai untuk membuat biola.Selain itu dibutuhkan tenaga ahli untuk mengha­silkan satu biola bambu, ada ahli fisika yang menentukan bentuk dari tabung biola agar presisi dengan suara yang dihasilkan dan ada ahli musik yang menentukan kualitas suara yang dihasilkan biola bambu.

Satu biola bambu terdiri atas tiga jenis bambu. Bambu gombong digunakan sebagai bahan dasar tabung biola, bambu gombong dipilih karena karakter bambu yang besar dan lebar. Hal itu juga memudahkan untuk proses pembentukan tabung biola menjadi gepeng sesuai dengan desain yang diinginkan. Proses ini sama dengan pembuatan gitar, di mana bambu harus dipres untuk mendapatkan lem­baran kayu yang diinginkan.

Bambu lainnya yaitu bambu tali karena sifatnya fleksibel dan digunakan sebagai pe­nyangga badan biola. Ada pula bambu hitam atau bambu haur yang digunakan sebagai leher biola dan bantalan dawainya. tgh/R-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment