Koran Jakarta | March 27 2019
No Comments
Pilpres 2019

KPU Usul Debat Kedua Tanpa Bocoran Pertanyaan

KPU Usul Debat Kedua Tanpa Bocoran Pertanyaan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, mengata­kan telah mengusulkan agar debat kedua calon presiden (capres) dan calon wakil pre­siden (cawapres) tidak lagi ada pembocoran kisi-kisi untuk pasangan calon.

“Debat kedua nanti soal yang dibuat pane­lis tidak akan lagi diberitahukan ke pasangan calon. Ini rekomendasi saya saat rapat pleno,” kata Wahyu, di Jakarta, Jumat (18/1).

Wahyu menambahkan, pihaknya meneri­ma secara terbuka atas segala kritik dan sa­ran yang diterima KPU. Selain kritik bocoran kisi-kisi, KPU juga bakal mengevaluasi teknis dan mekanisme debat selanjutnya. Durasi debat menjadi hal yang dipertimbangkan untuk dievaluasi.

Wahyu mengakui durasi 90 menit ti­dak akan cukup untuk menyampaikan visi, misi, gagasan para kandidat. Oleh sebab itu, kata Wahyu, KPU memungkinkan akan me­nambah durasi waktu debat. “Ada beberapa evaluasi mekanisme debat seperti waktu, apakah perlu ditambah,” kata Wahyu.

Wahyu meyakini adanya evaluasi oleh KPU diharapkan menambah nilai esensi debat selanjutnya. Kendati ia juga meng­ingatkan kepada dua pasangan calon pres­iden-wakil presiden beserta tim kampanye masing-masing bahwa penyampaian visi-misi ataupun gagasan tidak hanya dititik­beratkan saat debat saja.

“Kami mendorong ke pasangan calon, de­bat itu kan salah satu dari sembilan metode kampanye. Kita juga mendorong paslon agar memanfaatkan metode kampanye lain,” tan­dasnya.

Sementara itu, Ketua KPU RI, Arief Budi­man, mengatakan evaluasi penyelenggaraan debat pertama capres akan dilakukan pada Senin (21/1).

“KPU masih konsentrasi terhadap logistik pemilu hingga Minggu besok. Senin nanti kita baru akan melakukan rapat evaluasi debat pertama, sekaligus memulai persiapan penye­lenggaraan debat kedua,” ujarnya.

Arief mengatakan banyak masukan ma­syarakat yang diterima KPU pasca-penye­lenggaraan debat capres pertama, baik peni­laian baik maupun kritik. “Banyak masukan, ada yang mengatakan bagus, ada juga yang mengatakan supaya tidak diberikan kisi-kisi pertanyaan. Ada juga yang mengkritik pa­sangan calon,” ucap Arief.

Arief mengatakan format debat bisa saja mengalami perubahan jika disepakati dalam rapat evaluasi nanti. Yang jelas, KPU ingin tujuan utama debat untuk penyampaian vi­si-misi, program, bisa tercapai. Ant/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment