Koran Jakarta | May 22 2019
No Comments
Pemilihan Ulang

KPU Tunggu Rekomendasi Bawaslu

KPU Tunggu Rekomendasi Bawaslu

Foto : ISTIMEWA
Pramono Ubaid
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunggu rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tentang beberapa daerah yang harus melakukan pemungutan suara ulang (PSU). Untuk sementara ini, laporan tersebut masih berkembang sehingga belum bisa ditindaklanjuti.

“Kami masih menunggu hasil rekomendasi Bawaslu berapa pun jumlahnya, dan nanti kita akan kaji lagi apakah rekomendasi itu memenuhi syarat-syarat sebagaimana diatur dalam UU Pemilu,” ujar anggota KPU, Pramono Ubaid Thantowi, di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (19/4).

Ia mengatakan, pada prinsipnya, KPU sangat terbuka atas koreksi jika memang ada kecerobohan atau kelalaian yang dilakukan jajaran penyelenggara pemilu di tingkat bawah. Pelaksanaan pemungutan suara ulang tergantung situasi, termasuk logistik. Jika pemungutan suara ulang hanya satu lokasi, KPU bisa melaksanakannya dengan cepat menggunakan logistik yang ada.

Namun jika banyak, maka KPU harus memproduksi lagi dan akan memakan waktu cukup lama. Pramono menyatakan, KPU mendapat laporan, pada hari pertama pemungutan suara, 17 April lalu, ada sekitar dua ribuan TPS yang batal melakukan pemungutan suara. Tetapi satu hari setelah itu, sudah dapat dilaksanakan pemungutan suara.

Seperti halnya di 391 TPS di Banggai, Sulawesi Tengah, sudah melakukan pemungutan suara susulan. Kemudian 24 TPS di Kota Jambi sudah dilaksanakan pemungutan suara susulan, dan 113 TPS di Nias Selatan itu baru akan dilaksanakan Sabtu (20/4), karena pada Jumat sebagian besar warga di sana merayakan Jumat Agung.

“Di Jayapura itu sudah dilaksanakan, tinggal kita masih menunggu informasi dari jajaran KPUD yang Tolikara dan Lani Jaya. Satu lagi di Kalimantan Timur, di beberapa kabupaten kota karena itu sifatnya pemilu susulan, juga dipastikan apakah bisa dilaksanakan Sabtu,” kata Pramono. 

 

rag/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment