Koran Jakarta | July 20 2019
No Comments
Debat Pilpres

KPU Tetapkan Moderator dan Panelis Debat ke-4

KPU Tetapkan Moderator dan Panelis Debat ke-4

Foto : ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO
PERSIAPAN DEBAT | Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (kedua kiri), Ketua Bawaslu, Abhan (kedua kanan), Direktur Program TKN Jokowi-Ma’ruf Aria Bima (kiri), dan Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi Ferry Mursyidan Baldan menunjukkan surat hasil rapat persiapan Debat Pilpres putaran keempat, di Kantor KPU, Jakarta, Senin (25/3).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Komisi Pemili­han Umum (KPU) bersama Tim Kampanye Nasional 01 dan Badan Pemenangan Nasi­onal 02, disaksikan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyepakati, nama Retno Pi­nasti dan Zulfikar Naghi ter­pilih menjadi moderator debat keempat antar calon presiden.

Anggota KPU, Wahyu Se­tiawan mengatakan, berdasar­kan ketentuan dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, bahwa penetapan moderator dan panelis harus lah berdasar­kan musyawarah antara masing-masing tim sukses kandidat, maka disepakati, Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi sebagai moderator debat keempat.

Kemudian untuk host atau pembawa acara prosesi pengundian pada debat keempat, yakni Wanda Dwi Utari dan Rori Ansyari, lalu host untuk press conference debat keempat, Aviliani Malik dan Reza Ramadhan­syah, dan host off air dan wall of fame debat keempat: Prisca Niken dan Wahyu Wiwoho.

Wahyu menjelaskan, diu­mumkannya nama-nama host dalam rangkaian debat keem­pat nanti, merupakan masu­kan dari hasil evaluasi debat sebelumnya. hal ini untuk menjaga transparansi dalam penyelenggaraan debat.

“Berdasarkan peraturan, moderator dipilih berdasarkan kesepakatan TKN dan BPN. Se­jak debat pertama ada, hanya tidak dipublikasikan, berdasar­kan evaluasi demi transparansi sekarang ini kita sampaikan pada publik host bertugas di semua kegiatan,” kata Wahyu Setiawan di Kantor KPU, Jakar­ta, Senin (25/3).

Wahyu menampik tudingan bahwa debat ketiga lalu kurang menarik karena moderatornya menyampaikan pertanyaan kepada para kandidat searah saja. Padahal KPU sudah mem­fasilitasi format dan desainnya, untuk kemudian dimanfaat­kan seefektif mungkin oleh para kandidat, menyampaikan sendiri gagasannya.

“Tujuan debat agar masyarakat pemilih yang nonton yang menyimak, itu kemudian hati dan pikirannya bisa dire­but oleh si kandidat, sehingga para pemilih itu mau milih mereka,” pungkasnya.

Kemudian Wahyu juga menegaskan, bahwa untuk televisi penyelenggara debat keempat adalah Metro TV dan Emtek Group (Indosiar dan SCTV). Keputusan itu pun, kata dia, su­dah disepakati TKN 01 dan BPN 02, meski BPN 02 sebelumnya sempat memprotes penunjuk­kan Metro TV sebagai salah satu penyelenggara debat capres ke­empat pada 30 Maret 2019.

Dalam rapat debat keem­pat itu, juga menampilkan daftar sembilan panelis debat capres debat keempat, di an­taranya, Prof DR Zakiyuddin, M.Ag (Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga) Dr J Haryatmoko SJ (Akademisi/pengajar fakultas teologi Universitas Sanata Dhar­ma Yogyakarta), Dr Erwan Agus Purwanto M Si (Dekan Fisip Universitas Gadjah Mada) Dr Valina Singka Subekti M Si (Aka­demisi/pengajar departemen ilmu politik, Fisip UI).

Dadang Tri Sasongko (Sekjen Transparency International Indonesia), Al Araf (Direktur Eksekutif Imparsial) Dr Ir Apolo Safanpo ST MT (Rektor Univer­sitas Cenderawasih), Drs I Ba­sis Eko Soesilo MA (Akademisi/Pengajar HI Fisip Unair) dan Dr Kusnanto Anggoro (Pengajar Fisip UI). rag/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment