Koran Jakarta | August 19 2018
No Comments
Suara Daerah

KPU Jabar Harus Tangkal Gangguan Rekapiltulasi Suara

KPU Jabar Harus Tangkal Gangguan Rekapiltulasi Suara

Foto : koran jakarta / Teguh Raharjo
A   A   A   Pengaturan Font

Pemilihan Kepala Dae­rah (Pilkada) Jawa Ba­rat (Jabar) 2018 sudah berlangsung 27 Juni lalu, serentak bersama ber­bagai wilayah lain di Indone­sia. Namun, tingkat kerawanan Pilkada Jabar tergolong tinggi karena ketatnya persaingan antara para kandidat.

Jika di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) hanya ada dua calon, di Jabar ada empat calon yang berlomba meraih posisi pertama men­jadi gubernur Jabar. Kompetisi ini yang membuat kondisi Jabar cukup “hangat” pada saat sebelum hingga setelah pilkada saat ini.

Untuk mengetahui langkah apa saja yang akan dilakukan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mengha­dapi setelah Pilkada Jabar pada 27 Juni lalu, wartawan Koran Jakarta, Teguh Rahar­jo, berkesempatan mewa­wancarai Pejabat Gubernur Jabar, M Iriawan, di Bandung, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Hasil hitung cepat sudah muncul, calon nomor urut 1, Ridwan Kamil–Uu Ruzhanul Ulum pemenangnya. Pa­sangan nomor 2 dan 4 lang­sung memberikan selamat. Namun, pasangan nomor 3 menyatakan menunggu ha­sil perhitungan KPU Jabar. Bagaimana Anda menyikap­inya?

Quick count (hitung cepat) dari lembaga survei tentu ma­sing-masing memiliki sistem yang berbeda, tapi itu bisa menjadi salah satu bagian dari upaya menghapus dahaga ma­yarakat. Tentu banyak warga yang ingin cepat tahu hasilnya.

Namun, tetap saya meng­imbau masyarakat untuk melihat hasil KPU, yang akan mengumunkan penghitungan resmi pada tanggal 9 Juli 2018. Masyarakat harus bersabar menunggu hasil yang resmi. Hal ini demi menjaga situasi tetap kondusif pascapemung­utan suara.

Sementara ini sudah ada klaim pemenang dan di sisi lain juga merasa memang. Seharusnya bagaimana un­tuk menjaga suasana tetap kondusif?

Saya berharap kepada para pasangan calon (Paslon) pe­serta pemilihan, baik pada pe­milihan gubernur, bupati, dan wali kota untuk menghormari proses hitungan resmi dan tidak saling klaim pemenang. Bolehlah merasa unggul, tapi tunggu dulu hasil dari KPU, kami harap untuk mena­han diri saja.

Saya minta semua pihak menunggu peng­umuman resmi KPU. KPU juga harus tetap siap, menangkal kemungkinan gangguan dalam rekapiltulasi, bahkan menangkal munculnya hoax-hoax hasil perhitungan suara.

Menurut Anda, Pilkada Jabar ini berhasil atau tidak?

Salah satu parameter ke­berhasilan penyelenggaraan pemilihan umum adalah tersalurkannya hak politik masyarakat. Tingginya tingkat partisipasi. Semua warga yang memiliki hak pilih, bisa ikut. Misalnya di rumah tahanan, juga bisa nyoblos. Saya me­mantau langsung pilkada di Lapas Kebon Waru, ada ham­pir dua ribu yang ikut nyoblos. Hak tetap diberikan.

Memang ada temuan hi­langnya surat suara di Cirebon. Namun di hari pemungutan suara, surat suara yang hilang tersebut sudah dipenuhi de­ngan diganti surat suara baru. Selain di Kabupaten Cirebon, ada 29 lembar surat suara yang rusak karena basah di Kabu­paten Bandung Barat karena kehujanan. Setelah melalui proses pengeringan, surat suara yang basah tersebut dapat kembali digunakan saat pemungutan suara.

Laporan angka partisi­pasi di Pilkada Jabar cukup tinggi?

Angka partisipasi masya­rakat pada Pilkada serentak 2018 baik pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota, tercatat sementara meningkat menjadi 72 persen. Angka yang diper­oleh dari KPU Jabar tersebut meningkat cukup signifikan dari pilkada sebelumnya yang menyentuh angka 63 persen.

Saya bersyukur dan mengucapkan te­rima kasih atas kesadaran masyarakat Jabar telah menyu­arakan hak politiknya. Angka ter­sebut belum memenuhi target yang ditetapkan pemerintah yaitu 77 persen. Tapi, jelas meningkat dari pilkada sebe­lumnya, signifikan sekali ya peningkatannya.

Pemerintah daerah dan KPU terus ingatkan masya­rakat untuk segera ke TPS. Alhamdulillah, ini cukup membanggakan ya. Terima kasih peran media juga, karena salah satu parameter kesuk­sesan pemilihan umum adalah meningkatnya partisipasi pe­milih. Kota Banjar yang paling tinggi, angka partisipasinya, mencapai 82 persen.

Secara umum kondisi keamanan pascapilkada ba­gaimana?

Dari segi keamaman, saya memastikan proses pemu­ngutan suara di seluruh Jabar umumnya berjalan lancar dan kondusif. Saya terus ko­munikasi dengan keamanan yang membawai Kamtibmas, Alhamdulillah situasi da­lam keadaan kondusif. Kami harapkan dari mulai pemu­ngutan dan rekapitulasi suara, semua bisa berjalan lancar. Saya juga bisa memantau per­kembangan melalui video con­ference di ruangan desk Pilkada Jabar. Jadi, koordinasi bisa segera dan cepat dilakukan. Permasalahan yang muncul bisa diselesaikan semuanya.

N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment