Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
JEDA

KPU Harap Revisi UU Pemilu Jauh Sebelum Pemilu

KPU Harap Revisi UU Pemilu Jauh Sebelum Pemilu

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengharapkan adanya revisi undang-undang tidak diselesaikan mepet menjelang Pemilihan Umum karena merepotkan penyelenggara. “Pengalaman selama ini, UU Pemilu seringkali diubah setiap menjelang pemilu. Ini tentu merepotkan penyelenggara,” ujar Ketua KPU RI Arief Budiman ditemui usai seminar nasional Kepemiluan Tahun 2019 bertajuk “Evaluasi Pemilu Serentak 2019” di Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (6/11).

Ia bercerita, saat Pemilu 2014 revisi undang-undang selesai dua bulan sebelum tahapan dimulai, kemudian pada Pemilu 2019 baru selesai sehari sebelum tahapan dimulai. Arief Budiman menjelaskan, prosedur setelah revisi UU diselesaikan maka penyelenggara masih harus menindaklanjutinya dengan membuat Peraturan KPU sehingga butuh waktu yang tidak sebentar.

Selain merepotkan penyelenggara, kata dia, mepetnya pengesahan revisi undang-undang tentang pemilu juga menyulitkan peserta karena regulasi yang dibuat otomatis membuat peserta pemilu tidak memiliki banyak waktu. “Peserta pemilu menerimanya dalam waktu singkat, kemudian menyosialisasikan ke konstituennya juga dalam waktu tidak lama,” ucapnya. SB/Ant/AR-3

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment