Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
Kursi Parpol - Besaran Kursi di Dapil Sangat Berpengaruh

KPU Gunakan Metode Sainte Lague

KPU Gunakan Metode Sainte Lague

Foto : ANTARA/Puspa Perwitasari
Pramono Ubaid Tanthowi
A   A   A   Pengaturan Font
Dengan metode Sainte Lague, setiap partai politik yang memenuhi ambang batas akan dibagi dengan bilangan pembagi 1 yang diikuti secara berurutan dengan bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya.

JAKARTA – Pemungutan suara Pemilu 2019, termasuk Pemilu Legislatif (pileg) usai dilakukan. Kendati masih dalam proses perhitungan suara, berdasarkan hasil hitung cepat dari berbagai lembaga survei, diperkirakan sembilan partai politik melenggang ke Senayan karena memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

Untuk menghitung perolehan kursi di parlemen, sesuai daerah pemilihan (dapil) masing- masing, Komisi Pemilihan Umum (KPU), sesuai UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, pada Pasal 414, menggunakan metode Formula Divisor Sainte Lague, yang ditemukan matematikawan asal Prancis, Andre Sainte-Lague, pada 1910.

“Parpol yang akan dihitung perolehan kursinya di DPR hanya parpol yang memenuhi ambang batas (parliamentary threshold) perolehan suara sebesar 4 persen. Tapi, untuk penetapan kursi DPRD provinsi dan kabupaten/kota, seluruh partai politik dilibatkan,” tegas Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, saat diwawancari Koran Jakarta, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (18/4).

Dengan metode Sainte Lague, setiap partai politik yang memenuhi ambang batas akan dibagi dengan bilangan pembagi 1 yang diikuti secara berurutan dengan bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya. Sebagai contoh, dalam satu daerah pemilihan (dapil) tersedia enam kursi, yang diikuti empat parpol, yaitu parpol A, B, C dan D.

Partai A mendapat total 24.000 suara, Partai B mendapat 15.000 suara, Partai C mendapat 9.000 suara, dan Partai D mendapat 5.000 suara Untuk menentukan kursi pertama, maka masing-masing partai akan dibagi dengan angka 1. Parpol yang memperoleh suara terbanyak mendapat satu kursi pertama. Partai A, 24.000/1 = 24.000; Partai B 15.000/1 = 15.000; Partai C 9.000/1 = 9.000, dan Partai D 5.000/1 = 5.000 suara.

Dengan hasil pembagian itu, maka yang mendapatkan kursi pertama di dapil tersebut adalah Partai A dengan jumlah 24.000 suara. Untuk menentukan kursi kedua, berhubung Partai A sudah menang pada pembagian 1, maka untuk selanjutnya Partai A akan dihitung dengan pembagian angka 3.

Sementara Partai B, C, dan D tetap dibagi angka 1. Hasilnya, Partai A 24.000/3 = 8.000; Partai B 15.000/1 = 15.000; Partai C 9.000/1 = 9.000 dan Partai D 5.000//1 = 5.000 suara. Parpol yang mendapatkan kursi kedua adalah Partai B dengan perolehan 15.000 suara. Untuk menentukan kursi ketiga maka Partai A dan Partai B akan dibagi dengan angka 3.

Sementara Partai C dan D akan dibagi dengan angka 1. Partai A 24.000/3 = 8.000 suara; Partai B 15.000/3 = 5.000; Partai C 9.000/1 = 9.000; Partai D 5.000//1 = 5.000 suara. Dengan demikian yang mendapatkan kursi ketiga adalah Partai C dengan perolehan 9.000 suara. “Demikian selanjutnya, hingga habis seluruh kursi yg tersedia,” jelas Pramono.

 

Lebih Berpengaruh

 

Terkait dengan tudingan bahwa metode Sainte Lague ini dianggap menguntungkan partai besar, Pramono menjawab metode tersebut tidak terlalu berdampak signifikan terhadap partai besar maupun kecil. KPU pernah melakukan simulasi perolehan suara nasional pada Pileg 2014 pada masingmasing parpol dengan dapil 8–10 kursi.

Hasilnya Golkar, PDIP, Demokrat, PPP, dan Hanura mendapat tambahan 1–4 kursi. Sebaliknya, PAN, Gerindra, PKS, dan PKB akan mengalami pengurangan 1–3 kursi. Namun, Pramono mengakui bahwa akan terjadi perubahan signifikan terhadap besaran dapil dengan 3–6 dan 6–8 kursi.

“Jika besaran dapil berubah menjadi 6–8 kursi atau 3–6 kursi, apa pun formulanya baru akan terjadi perubahan signifikan yang lebih berpengaruh terhadap jumlah kursi di parlemen bukanlah metode konversi, melainkan tergantung dari besaran jumlah alokasi kursi per-masing-masing dapil,” tegas Pramono.

 

tri/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment