Koran Jakarta | August 18 2017
No Comments
Pilkada DKI l Kapolda Pastikan Tidak Ada Politik Uang

KPU DKI Perbaiki Daftar Pemilih

KPU DKI Perbaiki Daftar Pemilih

Foto : ANTARA/Nunung Purnomo
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) didampingi Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Teddy Lhaksmana (kiri) dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan (kanan) memberikan keterangan pers di Polres Metro Tangerang, Banten, Kamis (16/2). Kapolri mengatakan Pilkada serentak di Indonesia termasuk wilayah Banten terpantau berlangsung kondusif.
A   A   A   Pengaturan Font

Kapolda Metro Jaya Inspektur Pol M Iriawan memastikan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017 tidak terjadi praktik politik uang. 

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta fokus memperbaiki daftar pemilih, terutama menghadapi putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, kata Ketua KPU Jakarta, Sumarno. “Kami rapat dengan KPU RI, dan terkait Daftar Pemilih Tetap apabila ada putaran kedua maka pemilih yang dijadikan DPT adalah pertama pemilih yang terdaftar dalam DPT di putaran pertama,” kata Sumarno, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (16/2). 

Kedua adalah pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang tidak terdaftar dalam DPT namun ketika pemungutan suara pada Rabu (15/2) datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ketiga, menurut dia, pemilih ketika pemilihan pada Rabu (15/2) tidak hadir dan tidak terdaftar di DPT namun mereka warga Jakarta. 

Sumarno memastikan bahwa KPU Jakarta ingin memastikan bahwa seluruh warga Jakarta yang memenuhi syarat sebagai pemilih dapat menggunakan hak pilihnya di putaran kedua. 

Ditempat yang sama Moch Sidik menegaskan KPU)DKI Jakarta akan membuka daftar pemilih tambahan (DPTb). Hal ini dilakukan agar warga yang tidak bisa menggunakan hak suaranya pada putaran pertama, bisa menyalurkannya pada putaran kedua. 

“Itu yang jadi pertimbangan, apakah di putaran kedua itu tetap DPTb sekarang ditambah ke DPT, kemudian dibuka lagi ruang DPTb. Yang tidak terdaftar dalam DPT putaran kedua itu ada ruang DPTb, ini belum kami putuskan,” ujar Komisioner KPU DKI Jakarta pokja pemutakhiran data pemilih Moch Sidik, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. 

Menurutnya, KPU DKI Jakarta tidak akan melakukan pemutakhiran daftar pemilih tetap (DPT) pada putaran kedua nanti. Hanya saja, pemilih yang menggunakan hak suaranya dengan m e nu n j u k k a n e - K T P atau surat keterangan dari D i sdukcap i l pada putaran pertama akan masuk ke dalam DPTb. 

Politik Uang 

Kapolda Metro Jaya Inspektur Pol M Iriawan memastikan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017 tidak terjadi praktik “politik uang”. “Tidak ada (politik uang) kalau ada sudah rapat pasti karena tim OTT (Operasi Tangkap Tangan) sudah di mana-mana,” kata Iriawan. 

Iriawan menyatakan tim OTT politik uang bentukan Polda Metro Jaya tidak menemuk a n a k s i p e m b a g i a n uang untuk memilih salah satu pasangan calon. 

Mantan Kapolda Jawa Barat itu mengatakan tim OTT akan mudah menemukan oknum yang menjalankan politik uang. Selain itu, Iriawan mengungkapkan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta yang digelar secara serentak tidak diwarnai pengerahan massa. 

Iriawan mengakui pelaksanaan pilkada serentak gelombang dua itu terjadi insiden kecil pemukulan yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 18 RW 07 Kelurahan Petojo Utara Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. “Itu kan tidak terlalu besar jangan terlalu dibesar-besarkan artinya kan hanya lingkup di sekitar kelurahan saja,” ujar polisi jenderal bintang dua itu. 

Berdasarkan informasi, kejadian itu bermula saat petugas panitia pengawas menegur tim pemantau dari pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat karena mengenakan kemeja kotak-kotak. Hal itu membuat tim pemantau pasangan calon nomor urut dua itu marah sehingga terjadi keributan. 

Tim pemantau itu merupakan salah satu anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Andapotan Sinaga. Selanjutnya, sekitar lima orang berpakaian kemeja kotak-kotak memukul pengurus RW setempat hingga terluka. Aksi tersebut memancing warga lain yang berada di sekitar TPS untuk membalas tindakan pemukulan yang dilakukan lima orang itu terhadap pengurus RW. 

Salah satu pemukul pengurus RW yang dianiaya warga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Cikini Jakarta Pusat lantaran terluka. 

pin/pik/nis/Ant/P-5 

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment