Koran Jakarta | May 21 2019
No Comments
Pemilu 2019 - Logistik Terlambat karena Faktor Cuaca dan Bencana Alam

KPU: Coblos Ulang di 11 Kabupaten

KPU: Coblos Ulang di 11 Kabupaten

Foto : ANTARA/Novrian Arbi
COBLOSAN DI RS - Petugas membantu pasien saat akan melakukan pencoblosan Pemilu 2019, di TPS 53, RSU Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/4). Semua warga negara yang memiliki hak pilih menyalurkan suaranya pada Pemilu serentak ini.
A   A   A   Pengaturan Font
Pemilu serentak faktanya tak bisa dilaksanakan bersamaan di seluruh wilayah Indonesia. Akan ada pencoblosan ulang.

Jakartrta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan, sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 11 kabupaten/kota yang akan melakukan pemungutan suara susulan yang sebagian besar karena terkendala pengiriman logistik.

“Kami masih mendata jumlah TPS yang memang harus dilakukan pemungutan suara susulan,” kata Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi di sela-sela “election visit program” di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu 17/4). Menurut dia, sejumlah TPS yang akan melakukan pemungutan suara ulang di 11 kabupaten/kota itu masih berupa data sementara karena masih terus dihitung hingga saat ini.

Ia lebih lanjut mengungkapkan daerah tersebut di antaranya Luwu, Banggai, Kota Jambi, Nias Selatan, Banyuasin, Kota Jayapura, Yahukimo, Intan Jaya dan Tolikara yang berada di Provinsi Papua. Dia menjelaskan keterlambatan logistik tersebut disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya cuaca, letak geografis wilayah dan bencana alam.

Namun, KPU belum bisa memastikan waktu pemungutan suara susulan tersebut karena harus mempersiapkan kebutuhan tapi dengan teknis yang sama. Panitia penyelenggara pemungutan suara harus kembali mengirimkan surat undangan kepada pemilih, menyiapkan TPS, petugas, kotak suara, pengawas hingga saksi per TPS yang harus disiapkan kembali.

Meski demikian, pemungutan suara susulan itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat yang ditargetkan sebelum rekapitulasi tingkat kecamatan selesai yakni 17 hari sejak tanggal 18 April 2019, atau sehari setelah pemungutan suara. Sebelumnya, Bawaslu RI menyebutkan ada sekitar 1.395 TPS berpotensi mengadakan pemungutan suara susulan akibat adanya permasalahan logistik.

Dalam kesempatan terpisah, Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengungkapkan TPS tersebut paling banyak ada di Distrik Abepura, Kota Jayapura sebanyak 367 TPS, kemudian ada 335 TPS di Jayapura Selatan, Kota Jayapura.Sedangkan sisanya 288 TPS terdapat di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Sementara itu, terkait jumlah TPS yang melakukan pemungutan suara ulang, kata dia, hanya terdapat di 38 TPS. Sementara itu, pemungutan suara terpaksa dihentikan di sembilan TPS di Kelurahan Kembang Arum, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah. Penyebabnya, ratusan surat suara tertukar.

Surat suara pemilu legislatif dapil 5 yang harusnya dikirim ke Kecamatan Mijen, Kecamatan Ngaliyan, dan Kecamatan Tugu, tetapi malah terkirim ke Semarang Selatan dan ke Kelurahan Kembang Arum, Semarang Barat.

Panitia Pemungutan Suara (PPS) 42 Kelurahan Kembang Arum, Semarang Barat, Ahmad Syamsi, sepakat menghentikan proses pencoblosan, sambil menunggu keputusan KPU. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, juga sepakat dengan langkah tersebut. 

 

rag/Ant/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment