Koran Jakarta | June 18 2019
No Comments
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Terkait Penyerangan Dua Pegawai KPK oleh Oknum Pegawai Pemprov Papua

KPK Siapkan Mitigasi Risiko Pengamanan Penyidik di Lapangan

KPK Siapkan Mitigasi Risiko Pengamanan Penyidik di Lapangan

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font
Penganiayaan terhadap dua penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2) malam, mendapatkan perhatian dari beberapa pihak.

 

Untuk mengetahui duduk persoalann’ya, Koran Jakarta mewawanca­rai Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah. Berikut petikan wawan­caranya:

Bagaimana kronologi penga­niayaan terhadap dua pegawai KPK oleh pegawai Pemprov Papua?

Dini hari, setelah jam 12 malam, hari minggu tepatnya, ada be­berapa orang yang mendekati tim KPK dan kemudian membawa tim KPK ini ke suatu tempat ke hotel tersebut. Mereka bertanya beberapa hal, hingga akhirnya pegawai KPK menyampaikan, kami ditugas­kan secara resmi dan merupakan pegawai KPK, tetapi penganiayaan dan pemukulan tetap dilakukan terhadap pegawai kami.

Berapa orang yang melakukan penganiayaan?

Jadi memang ada pengeroyokan karena ada beberapa orang, cukup banyak orang waktu itu yang melakukan penyerangan dan penganiayaan terhadap pegawai KPK yang sedang menjalankan tugasnya.

Bagaimana kondisi pegawai KPK saat ini?

Pimpinan KPK kemarin menjenguk saudara Gilang yang men­jadi korban pemukulan di Hotel Borobudur saat menjalankan tugas sebagai pega­wai KPK. Yang bersangkutan membutuhkan perawatan setelah tindakan operasi dilakukan untuk bagian hidung dan ada jahitan di sekitar mata kiri korban. Saya juga sudah melihat lang­sung kondisi yang bersangkutan, Senin (4/2) malam kemarin, dan juga bertemu dengan Ayah dan Ibu yang menjaga di rumah sakit (RS). Dari informasi terakhir yang diterima keluarga pasien dari pi­hak RS, yang bersangkutan mem­butuhkan istirahat di RS sekitar 4 sampai 5 hari.

Kedua pegawai KPK me­mang ditugaskan di Hotel Borobudur?

Pegawai KPK ini memang ditugaskan secara resmi oleh KPK, setelah kami mendapatkan informa­si dari masyarakat tentang indikasi tindak pidana korupsi. Itu kewajiban KPK untuk menjalankan tugas ketika informasi kita dapatkan dari masyarakat.

Apa dasar KPK menyelidiki Pemerintah Papua?

KPK telah menugaskan secara khusus tim untuk melakukan upaya perbaikan dan pencegahan korupsi di Papua melalui tim Koor­dinasi dan Supervisi Pencegahan. Capaian kinerja Pemprov Papua dapat dilihat melalui Monitor­ing Center for Prevention (MCP) Korsupgah pada website: korsup­gah.kpk.go.id. Dapat dilihat, per 11 Januari 2019 perkembangan pelaksanaan rencana aksi Pemprov Papua adalah 58 persen.

Tanggapan KPK perihal penganiayaan ini?

Atas alasan apapun juga, tidak diperbolehkan seseorang melakukan tindakkan main hakim sendiri. Apalagi sudah disam­paikan mereka adalah penegak hukum yang sedang bertugas tapi tindakkan-tindakkan kekerasan dan penganiayaan tetap dilakukan beberapa orang terhadap pegawai KPK. Karena itu kami menyebut, kejadian kemarin itu sebagai penyerangan terhadap penegak hukum yang sedang bertugas.

Apa yang akan dilakukan KPK untuk melindungi pegawai KPK yang sedang bertugas?

Sudah berproses setelah kejadian beberapa kali yang terjadi baik pada Novel atau penyidik, dua pimpinan KPK kami sudah menyu­sun rencana kerja yang lebih rinci terkait mitigasi risiko pengamanan termasuk penguatan kelembagaan. Ini artinya bisa berbentuk biro atau unit, concern memperhatikan penguatan pengamanan tidak hanya fisik tapi juga data dan informasi termasuk aset KPK. yolanda per­mata putri syahtanjung/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment