Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
Kasus Suap

KPK Punya Bukti Lucas Terlibat dalam Pelarian Eddy Sindoro

KPK Punya Bukti Lucas Terlibat dalam Pelarian Eddy Sindoro

Foto : ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A
LUCAS DI PERSIDANGAN - Terdakwa kasus perintangan penyidikan perkara korupsi, Lucas menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/1). Sidang pengacara dari Eddy Sindoro itu beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum, salah satunya Novel Baswedan.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Penyidik Komi­si Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengatakan KPK memiliki bukti kuat mengenai keterlibatan advokat Lucas dalam pelar­ian tersangka Eddy Sindoro, ke luar negeri. Salah satunya, bukti rekaman pembicaraan antara Lucas dan Eddy.

“Pembicaraan cukup pan­jang. Eddy ingin pulang ke Indonesia dan menghadapi proses hukum. Tapi, terdakwa (Lucas) beri masukan dan saran supaya Eddy tidak pu­lang,” ujar Novel saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (10/1).

Novel bersaksi untuk ter­dakwa Lucas. Dalam kasus ini, Lucas didakwa mengha­langi proses penyidikan KPK terhadap tersangka mantan petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro. Lucas diduga mem­bantu pelarian Eddy ke luar negeri.

Eddy merupakan tersangka dalam kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. Eddy sendiri sudah ditetapkan se­bagai tersangka di bulan De­sember 2016. Eddy diduga terkait penyuapan dalam pengurusan sejumlah perka­ra beberapa perusahaan di bawah Lippo Group, yang di­tangani di PN Jakarta Pusat.

Menurut Novel, tim pe­nyidik menduga Lucas meng­gunakan modus tertentu saat berkomunikasi dengan Eddy. Saat itu, Lucas meng­gunakan ponselnya untuk menghubungi pihak lain. Na­mun, menurut Novel, di tengah-tengah itu, Lucas meng­gunakan ponsel lain untuk berkomunikasi menggunakan aplikasi Facetime.

Novel mengatakan tim pe­nyidik meyakini bahwa suara tersebut adalah suara Lucas. Penyidik membandingkan suara Lucas dengan reka­man suara yang bersangkutan dalam penyelidikan kasus lain. “Secara scientific, kami bawa rekaman ke ahli dalam perkara terdakwa. Kemudian, dinyatakan itu benar suaranya,” kata Novel.

Lucas juga mengupayakan supaya Eddy masuk dan keluar dari wilayah Indonesia, tanpa pemeriksaan petugas Imigrasi. Hal itu dilakukan supaya Eddy tidak diproses secara hukum oleh KPK. ola/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment